Laporkan Masalah

FREKUENSI GANGGUAN PENDENGARAN PADA BERAT BAYI LAHIR RENDAH

CORNELY WENNO, Dr.dr.Bambang Udji Djoko Rianto,SP.THT- KL(K),M.Kes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Berat bayi lahir rendah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi gangguan pendengaran pada berat bayi lahir rendah. deskriptif Metode:Penelitian ini merupakan sebuah studi yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk angka(%). Dalam penelitian ini data pasien dengan berat bayi lahir rendah yang mengalami gangguan pendengaran diperoleh dari catatan rekam medis pasien dibagian Instalasi Catatan Medik dan THT dari 1 Januari-31 Desember 2011. Hasil : Responden gangguan pendengaran bilateral pada bayi perempuan dengan berat lahir rendah 16 kasus (15,38%) dan unilateral 17 kasus(16,34%), gangguan pendengaran bilateral pada bayi laki-laki 14 kasus(13,46%) dan unilateral 14 kasus(13,46%). Umur kehamilan < 37 minggu dengan gangguan pendengaran bilateral 26 kasus(25%), unilateral 28 kasus(26,92%), umur kehamilan 37-42 minggu dengan gangguan pendengaran bilateral 4 kasus(3,84%), unilateral 3 kasus(2,88%). Proporsi berat badan lahir pada responden dengan gangguan pendengaran didominasi berat lahir antara 1500-2500 gr, bilateral 17 kasus(16,34%), unilateral 19 kasus(18,26%). Frekuensi gangguan Kesimpulan: pendengaran pada berat bayi lahir rendah di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2011 adalah sebesar 61 kasus(58,6%), yang terdiri dari frekuensi gangguan pendengaran bilateral sebesar 30 kasus (28,8%) dan gangguan pendengaran unilateral sebesar 31 kasus(29,8%).

Background: Low birth weight babies is one of the risk factors for hearing impairment in newborns. Objective: This study was conducted to determine the frequency of hearing impairment in low birth weight infants. Methods: This study is a descriptive study conducted at a hospital in Yogyakarta. The results are presented in the form of numbers (%). In this study the data of patients with low birth weight infants with hearing impairment obtained from the patient's medical record section Installation and the ENT Medical records from January 1 to December 31, 2011. Results: Respondents with bilateral hearing impairment in infants with low birth weight at girls are 16 cases (15.38%) and unilateral 17 cases (16.34%), bilateral hearing impairmentat boys are 14 cases (13.46%) and unilateral 14 cases (13.46 %). Gestational age <37 weeks with bilateral hearing impairment 26 cases (25%), unilateral 28 cases (26.92%), gestational age 37-42 weeks with bilateral hearing impairment 4 cases (3.84%), unilateral 3 cases (2.88%) . The proportion of birth weight on respondents with hearing impairmentdominated birth weight between 1500-2500 grams, bilateral 17 cases(16.34%), unilateral 19 cases (18.26%). Conclusion: The amount of frequency of hearing impairment in low birth weight infants in the RSUP Dr. Sardjito in 2011 are 61 cases(58.6%), which consists of bilateral hearing impairment frequency by 30 cases(28.8%) and unilateral hearing Impairment by 31 cases(29.8%).

Kata Kunci : berat bayi lahir rendah, gangguan pendengaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.