POLA PEMBENTUKAN IDENTITAS ETNIK PADA MASYARAKAT BALI AGE DI TENGANAN PEGRINGSINGAN, KARANGASEM, BALI
Ni Made Yeni Sudaryati, Drs. Subandi, M.A., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 PsikologiNilai-nilai budaya merupakan konsep-konsep yang hidup dalam pikiran sebagian besar warga suatu masyarakat mengenai apa yang dianggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada warga suatu masyarakat. Pada komunitas budaya dan kelompok sosial (seperti keluarga, suku bangsa, dan komunitas sosial) anak yang dilahirkan harus dikaji secara historis, sebab sudah menjadi kesatuan yang tetap berlaku pada generasi-generasi selanjutnya. Hal tersebut kini telah berevolusi mengikuti ruang dan waktu. Untuk itu, budaya perlu dipahami dari sudut pandangnya sendiri dan diketahui bahwa analisis evolusi sejarah dari budaya tertentu adalah fundamental untuk dapat memahami orang dari suatu budaya. Dalam berperilaku manusia didasari dengan adanya batasan yang mencakup norma, peran, dan budaya. Norma adalah kesepakatan mengenai kehidupan sehari-hari yang membuat interaksi individu dengan individu lain diduga dan teratur. Peran adalah kedudukan yang diatur oleh norma mengenai cara individu, dalam kedudukan atau posisi tertentu, menunjukkan perilaku yang pantas. Sedangkan budaya adalah sebagai program dan kumpulan aturan yang diterima bersama dan mengatur perilaku seseorang dalam masyarakat atau komunitas tertentu, serta seperangkat nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang diterima oleh sebagian anggota masyarakat. Nilai, kepercayaan, serta kebiasaan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui penelitian Psikologi dengan menggunakan pendekatan etnografi penelitian ini akan lebih terpusat pada serangkaian pola dan perilaku yang ditunjukan dengan senatural mungkin. Sehingga tidak mengurangi makna dari tujuan peneliti untuk menggunakan lokasi penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif diketahui bahwa peneliti juga menjelajahi kancah dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk mencari data yang lengkap benar-benar berdasarkan pada perspektif para subjek yang diteliti. selain itu, biasanya para peneliti yang melakukan penelitian kualitatif juga cenderung mengarahkan kajian pada perilaku manusia sehari-hari dalam keadaan yang rutin secara apa adanya. Cara atau teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dikelompokkan dalam dua cara, yaitu metode atau strategi pengumpulan data yang bersifat interaktif dan noninterakti. Metode interaktif yang meliputi wawancara mendalam, observasi yang berperan dalam beberapa tingkatan, dan focus group discution. Sedangkan metode noninteraktif meliputi kuesioner, mencatat dokumen atau arsip (content analysis), dan juga observasi tak berperan.Kesimpulan : Berdasarkan pada hasil dan penjelasan penelitian diketahui bahwa pola pembentukan identitas etnik pada masyarakat Bali Age di Tenganan Pegringsingan, Krangasem, Bali dapat di bagi atas empat, yaitu : (1) pola pembentukan identitas etnik berdasarkan norma-norma, religiusitas, dan budaya lokalitas, (2) pola pembentukan identitas etnik berdasarkan peran dan garis keturunan orangtua, (3) pola pembentukan identitas etnik melalui ikatan kekerabatan dalam masyarakat, dan (4) pola pembentukan identitas etnik berdasarka pewarisan budaya melalui stratifikasi tradisional masyarakat. Sikap etnik yang muncul yakni adanya perasaan tentang individu sebagai bagian dari kelompok masyarakat Tenganan Pegringsingan dan sikapnya terhadap kelompok masyarakat lainnya. Terakhir, tingkah laku etnik yakni adanya polapola tingkah laku yang khas pada masyarakat Tenganan Pegringsingan yaitu lebih mengutamakan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai masyarakat adat dibandingkan mengutamakan kepentingan perindividu.
Culture value is sums of concepts live in most society’s mind consist of things that considered valuable, precious, and important in life so it can function as a guidance to lead people in a society for a direction and orientation. In cultural community and social group ( family, tribes, and social community), it is a must to identify every children born based on historical background as it will become a united heredity to the following generation. This pattern has been evolved as time and spaces change. Therefore, culture needs to be understood from its own view and it is known that history evolution from a certain culture is a fundamental to help us understand a human being from a certain culture. Human behave based on several limitations consist of norms, role, and culture. Norms are an agreement about daily life that make every human being’s interaction predicted and organized. Role is an occupation that managed by norms about how the individual shows proper behavior in certain condition and position. Meanwhile, culture is seen as a program and a set of rules agreed by society to control an individual behavior in society or certain community. Further, it also works as value, belief, and custom that accepted by majority of people. Value, belief, and custom are inherited to the next generation. This psychology research uses ethnography approach to focus on examining a set of pattern and natural behavior shown by the society without reducing the meaning and purpose of selecting location at Tenganan Pegringisan. Through this qualitative research, the writer also explores and uses most of the time to collect complete data based on the perspective of the research subject. Furthermore, in conducting this qualitative research, the researcher tends to focus the discussion in the daily behavior of society in their routines activity they way they are. The researcher uses two techniques to collect data for this qualitative research consists as interactive and non interactive method or data collection strategy. Interactive method consists of detail interview, observation that is important in every stages, and focus group discussion. The non-interactive method deals with questionnaire, document filing or archiving (content analysis), and also no role observation. Conclusion: Based on the research results and the explanation is found that the formation of ethnic identity Age Balinese on Tenganan Pegringsingan, Krangasem, Bali can be divided into four, which is : (1) the pattern formation of ethnic identity based norms, religiosity, and cultural locality, (2) the pattern formation is based on the role of ethnic identity and parental bloodlines, (3) the pattern formation of ethnic identity through of kinship ties in the community, and (4) the pattern formation of ethnic identity based upon traditional cultural inheritance through stratification of society. Ethnic attitudes appear that the feeling of the individual as part of a community group Tenganan Pegringsingan and its attitude toward other community groups. Finally, the presence of ethnic behavior patterns typical behavior in society which is prefers Tenganan Pegringsingan duties and responsibilities as a priority to the interests of indigenous peoples than perindividu.
Kata Kunci : -