Laporkan Masalah

ANALISIS STRATEGI BRANDING PARIWISATA INDONESIA

Destarata Hamarsan Mustafa, Dr. Ike Janita Dewi, MBA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pertumbuhan industri pariwisata Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namun demikian, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Terlebih lagi angka kunjungan tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran dan branding pariwisata Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta keefektifan penerapan strategi branding tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menjadi dua metode yaitu kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data secara kualitatif yaitu dengan melakukan wawancara dengan pejabat Kemenparekraf dan studi pustaka. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan untuk mengetahui brand equity atau keefektifan strategi branding yang dilakukan Kemenparekraf sebagai regulator dari persepsi wisatawan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan survei kepada wisatawan nusantara dan mancanegara. Hasil survei diolah dengan model konseptual customer based brand equity for tourism destination (CBBETD) yang dikembangkan oleh Konečnik (2006) dan kerangka pengukuran destination image Echtner dan Ritchie (2003). Hasil penelitian menunjukkan banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan untuk dapat menguatkan brand destinasi pariwisata Indonesia sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan juga kualitas destinasi pariwisata Indonesia.

The growth of Indonesia's tourism industry continues to increase each year. However, the number of tourist arrivals to Indonesia did not experience a significant increase. Indonesia is still far behind compared to neighboring countries such as Singapore, Malaysia, and Thailand. Therefore, the purpose of this research is to find out marketing and branding strategy of Indonesian tourism that conducted by Ministry of Tourism and Creative Economy (MoTCE) as well as the effectiveness of the implementation of the branding strategy. A mixed method, qualitative and quantitative, was used in this research. Qualitative data was collected by doing in-depth interview with the officials of MoTCE and literature study to get information from the regulator and supplier sides about what has been done to market Indonesian tourism. Quantitative method was used to find out the effectiveness of the Indonesian tourism branding strategy from the tourist perception. Quantitative data was collected by doing an exploratory survey to international and domestic tourists. Primary data was processed using a conceptual model of customer-based brand equity for tourism destination (CBBETD) that developed by Konečnik (2006) and a measurement framework of destination image that developed by Echtner and Ritchie (2003). The result of this research indicates that there are so many home works that need to be done by the stakeholders to strengthening Indonesian destination branding as well as increasing the number of inbound tourist and improving the quality of Indonesian tourism destination.

Kata Kunci : branding, brand destinasi pariwisata, brand equity, customer based brand equity for tourism destination, destination image, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.