FORMULASI SEDIAAN DEPILATOR DARI EKSTRAK ETANOLIK DAUN LAMTORO GUNG (Leucaena leucocephala) DAN UJI IRITATIF PADA KELINCI
MUHTAROM, Dr. TN. Saifullah S., M.Si., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIRambut yang tumbuh pada kulit bagian tubuh seperti lengan dan kaki terkadang menimbulkan masalah kepercayaan diri. Daun lamtoro gung (Leucaena leucocephala) diketahui secara empiris dapat menyebabkan kerontokan rambut pada hewan ternak yang mengkonsumsi jenis pakan tersebut. Daun lamtoro diketahui mengandung senyawa berupa mimosin yang merupakan asam amino bebas non protein yang mempunyai aktivitas sebagai depilator. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun lamtoro untuk diformulasi menjadi sebuah sediaan krim berbasis emulsi tipe minyak dalam air. Kadar ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 2, 4, 6 dan 8% b/b. Formula sediaan yang dihasilkan kemudian diamati sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptik, daya lekat, daya sebar, viskositas dan kestabilan fisik dibandingkan dengan kontrol berupa basis sediaan. Formula sediaan yang dihasilkan juga diuji kemampuan aktivitas depilasi dan juga reaksi iritasi yang terjadi ketika diaplikasikan terhadap kulit hewan uji berupa kelinci albino sehat serta dibandingkan dengan sediaan umum yaitu Veet®. Berdasarkan hasil penelitian variasi ekstrak daun lamtoro mempengaruhi sifat fisik sediaan berupa peningkatan daya lekat, peningkatan viskositas, penurunan daya sebar dan penurunan nilai pH. Hasil pengujian efek depilasi pada hewan uji kelinci menunjukkan tidak terjadinya efek depilasi dari sediaan depilator ekstrak daun lamtoro gung yang dihasilkan. Pengujian reaksi iritasi pada hewan uji kelinci memperlihatkan terjadinya eritema pada seluruh formula. Eritema yang terjadi kemungkinan berasal dari reaksi sensitisasi akibat kesalahan dalam pemilihan metode penelitian.
-
Kata Kunci : lamtoro gung (Leucaena leucocephala), krim depilator, emulsi, sifat fisik, iritasi