KARAKTERISTIK AGROFORESTRI BERBASIS AVOKAD (Persea americana) DI LERENG TIMUR GUNUNG LAWU DESA GETASANYAR KABUPATEN MAGETAN
ROCHIM ANGGA KUSUMA SUPRAPTO, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut., MP.
2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANAgroforestri merupakan jalan tengah antara pertanian dan kehutanan di mana keduanya dituntut untuk produktif dan memberikan sumbangsih serta kontribusi kepada masyarakat. Pemanfaatan lahan dalam kerangka agroforestri juga semakin berkembang seperti halnya di Desa Getasanyar. Produksi buah avokad yang mencapai 12,5 ton tiap tahunnya menandakan dominasi lahan agroforestri berupa tanaman pohon avokad. Tindakan pelukaan batang utama pohon mengindikasikan sebagai tindakan silvikultur masyarakat Desa Getasanyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agroforestri berbasis avokad dan tindakan silvikultur yang berkembang dalam pengelolaan agroforestri berbasis avokad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pola agroforestri berbasis avokad di Desa Getasanyar adalah Trees Along Border (TAB), Random Mixture (RM), dan Alternate Rows (AR). Karakter tindakan silvikulturnya adalah pelukaan batang utama dan pemangkasan cabang pohon avokad. Penanaman pohon buah juga meningkatkan nilai ekologi berupa pencegahan erosi dan mempertahankan kesuburan tanahnya. Karakteristik pola agroforestri di Desa Getasanyar berupa pola TAB sebesar 50%, pola RM sebesar 30%, dan pola AR sebesar 20%. Bentuk kombinasi tanamannya antara lain agrisilvikultur sebesar 43%, agrisilvikultur (jagung) sebesar 30%, dan agroforestri sebesar 27%. Tindakan pelukaan batang utama pohon avokad sebagai bentuk tindakan memacu pembungaan, sedangkan tindakan pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan lahan tetap mendapatkan cahaya matahari cukup untuk tanaman pertanian.
Agroforestry is a middle course between agriculture and forestry where both of them are demanded to be productive and give contribution to community. Within the framework of agroforestry land use is also growing as well as in Getasanyar Village. Avocado fruit production reached 12,5 tons annually indicating the dominance of agroforestry tree crops such as avocados. Wounding main stem indicated as the silviculture measure of Getasanyar villagers. This study aimed to investigate the agroforestry characteristics of avocado and silviculture measure in management of avocado agroforestry. The result showed that the characteristic pattern of avocado agroforestry in Getasanyar village is Trees Along Border (TAB), Random Mixture (RM), and Alternate Rows (AR). The character of silviculture measure is main stem’s wounding and branch pruning of avocado trees. Planting fruit tress in highlands also improve the ecological value such as prevention of erosion and maintain soil fertility. Characteristic patterns of agroforestry in Getasanyar Village is TAB pattern 50%, RM pattern 30%, and AR pattern 20%. Plants combination in agrisilviculture is 43%, agrisilviculture (corn) is 30%, and agroforestry is 27%. Main stem wounding stimulate on flowering, branch pruning is done to keep tha land still get enough sunlight for crops.
Kata Kunci : Persea americana, Agroforestri, Pegunungan