Laporkan Masalah

UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK SENYAWA MH2011 PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI BREWER’S YEAST

ESTY OKTAVIARINI RIYANTI, Dr. Arief Nurrochmad, M.Sc., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Parasetamol masih menjadi pilihan utama untuk mengobati gejala demam. Mekanisme kerja parasetamol dapat menghambat COX-2. Parasetamol ini merupakan derifat fenol yang bersifat antipiretik. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji apakah senyawa MH2011 memiliki aktivitas antipiretik yang lebih paten di bandingkan parasetamol. Pada penelitian ini dilakukan dengan mengukur suhu awal pada tikus Wistar jantan dengan menggunakan termometer yang dimasukkan sedalam 2-3cm ke dalam rektal sebelum di induksi demam. Senyawa yang digunakan menginduksi demam adalah Brewer's Yeast 15%. Induksi dilakukan secara subkutan pada tengkuk (leher bagian belakang). Pengukuran suhu dilakukan 18 jam setelah di induksi Brewer's Yeast. Selanjutnya diberi perlakuan, kelompok perlakuan dalam penelitian ini adalah kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol), dan sediaan uji. Sediaan uji dalam penelitian ini adalah MH2011. Dosis Pemejanan yaitu 25,50, dan 75mg/kg BB. Pengamatan penurunan suhu tubuh tikus dilakukan selama 2,5 jam dengan interval 0', 30', 60', 90', 120', dan 150'. Pada penelitian tidak didapatkan hasil yang signifikan. hal ini dikarenakan induksi dari Brewer's Yeast tidak berhasil

-

Kata Kunci : MH2011, Antipiretik, Tikus,Parasetamol, Demam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.