Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN MODEL TOURISM INFORMATION CENTRE (PUSAT INFORMASI PARIWISATA) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RAYENDI NUR SALAM, Drs. John Soeprihanto, MIM, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang cepat dan kemudahan manusia di dalam mengakses informasi dengan berbagai media informasi yang ada saat ini, Tourism Information Centre/TIC (Pusat Informasi Pariwisata) di D.I.Yogyakarta dituntut untuk dapat memberikan kemudahan dan pelayanan di dalam mengakses kebutuhan informasi pariwisata secara efektif dan efisien. Permasalahan yang dihadapi TIC di D.I.Yogyakarta saat ini yaitu ketersediaan dan kelengkapan informasi wisata yang belum akurat, up-to-date dan informatif. Selain itu, teknologi informasi belum dimanfaatkan secara maksimal dan TIC belum memiliki standar pelayanan yang terkelola secara menyeluruh di dalam pengelolaan sumber daya manusianya. Pengembangan model TIC diharapkan dapat menjadi solusi bagi keberadaan TIC di D.I.Yogyakarta untuk mampu berperan lebih baik di dalam peningkatan kualitas pelayanan informasi wisata dan pengembangan pemasaran pariwisata D.I.Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Pengembangan model TIC dilakukan dengan cara mengevaluasi kondisi TIC saat ini yaitu TIC dan TIS (Tourist Information Service) yang dikelola oleh Dinas Pariwisata D.I.Yogyakarta antara lain TIC Malioboro, TIS Stasiun Tugu dan TIS Bandara Adi Sucipto serta TIC Terpadu D.I.Yogyakarta di Kuta, Bali sebagai lokasi pendukung dan mengidentifikasi kebutuhan akan TIC dari pihak pengelola, pengunjung (wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara) dan operator terhadap aspek pengembangan TIC yaitu aspek fisik, fasilitas dan pelayanan serta pengelolaan. Kondisi TIC saat ini dinilai sudah cukup baik (3,4) oleh pengunjung dan operator TIC. Akan tetapi, mereka masih memiliki harapan kebutuhan yang lebih tinggi (4,0) terhadap pengembangan TIC di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata D.I.Yogyakarta masih perlu meningkatkan kinerja TIC dengan memprioritaskan pengembangan pada aspek fasilitas dan pelayanan yang terletak di dalam kuadran I yaitu pemanfaatan teknologi, akses internet/wifi, kejelasan papan nama/logo TIC, fasilitas reservasi hotel/tiket/wisata dan mempertahankan kualitas aspek-aspek yang terletak di dalam kuadran II pada matriks importance-performance. Berdasarkan hasil penelitian, model TIC mandiri dan TIC online adalah model TIC yang ideal untuk dapat diimplementasikan di D.I.Yogyakarta.

As the rapid development of information technology and human convenience in accessing information in a various information media that exist today, Tourism Information Centre/TIC in Yogyakarta is required to provide facilities and services in access to tourism information needs effectively and efficiently. Problems faced by TIC in Yogyakarta today are the availability and completeness of tourist information that have not been accurate, up-to-date and informative. In addition, information technology has not been fully utilized and TIC does not have a service standards in the management of human resources. The development of TIC model is expected to be the solution for the presence of TIC in Yogyakarta to be able to have a better role in improving the quality of tourist information services and marketing development of Yogyakarta tourism as one of the leading tourism destinations in Indonesia. Model development of TIC is done by evaluating the current condition of TIC and TIS (Tourist Information Service) which are managed by Yogyakarta Provincial Tourism Authority include Malioboro TIC, Tugu Station TIS, Adi Sucipto Airport TIS and Integrated Yogyakarta TIC in Kuta, Bali as supporting location of research and identify the TIC need of managers, visitors (international tourists and domestic tourists) and operators on TIC development aspects such as physical, facilities and services as well as management. The conditions of currently TIC are considered good enough (3.4) by visitors and TIC operators. However, they still have higher expectations (4.0) for the development of TIC in the future. Therefore, Yogyakarta Provincial Tourism Authority still needs to improve the performance of the TIC to prioritize development in aspects of facilities and services that especially located in quadrant I, which consists of the use of technology, internet access/wifi and TIC clarity signage, hotel reservations/tickets/tours facility and maintain quality aspects that located in quadrant II in importance-performance matrix. Based on the research results, the model of independent TIC and online TIC are ideal model to be implemented in Yogyakarta.

Kata Kunci : informasi, pusat informasi pariwisata, pengembangan model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.