Laporkan Masalah

INDUKSI HAPLOID GANDA PADA PADI JAPONICA (Oryza sativa L. ssp. japonica) , INDICA (Oryza sativa L. ssp. indica) DAN HIBRIDA JAPONICA × INDICA

DIAN CATUR PRAYANTINI, Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Kultur anter digunakan untuk mendapatkan galur homozigot secara cepat dan meningkatkan efisiensi seleksi. Japonica secara umum relatif mudah dikulturanterkan, berkebalikan dengan indica yang bersifat rekalsitran. Penelitian ditujukan untuk mendapatkan komposisi media dan praperlakuan yang sesuai untuk kultur anter japonica dan indica, mengetahui pengaruh latar belakang kelompok genetik padi terhadap induksi haploid, dan mengintroduksi sifat responsif terhadap kultur anter dari japonica melalui persilangan ke dalam indica yang rekalsitran. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2012 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PT BISI International Tbk, Kediri, Jawa Timur. Sembilan genotipe digunakan sebagai sumber anter pada penelitian yang mewakili japonica, indica dan F1 hasil japonica dengan indica. Praperlakuan malai pada suhu 4 oC selama 8 hari, menggunakan modifikasi N6 + NAA 2 ppm + kinetin 0,5 ppm + sukrosa 54 g/L + putrescin 0,1644 g/L + Phytagel 2,5 g/L dapat digunakan pada hibrida hasil persilangan japonica dengan indica. Praperlakuan malai pada suhu 4 oC selama 9 hari menggunakan media modifikasi N6 + 2,4-D 2.5 ppm + kinetin 0,5 ppm + AgNO3 10 ppm + maltosa 40 g/L + Phytagel 2,5 g/L dan modifikasi N6+ 2,4-D 2,5 ppm + kinetin 0,5 ppm + maltosa 50 g/L + AgNO3 10 ppm + Phytagel 2,5 g/L dapat digunakan untuk meningkatkan pembentukan kalus pada japonica dan beberapa genotipe indica. Lima galur haploid ganda berhasil diperoleh dari hasil persilangan ‘Ciuhao’ dan ‘Basmati’. Persilangan antara japonica dan indica efektif untuk meningkatkan respon hibrida terhadap media kultur anter dan memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan tanaman haploid ganda dibandingkan dengan tetua indica-nya.

Anther culture can be used to obtain homozygous lines and accelerate the efficiency of selection. Japonica is subspecies with high anther culturability, while indica is recalcitrance. The research was intended to obtain information of medium composition and pre-treatment that suitable for anther culture in japonica and indica, and to develop the anther culturability using introgression anther culturability from japonica to the indica. The research was conducted from January 2009 until December 2012 in Plant Tissue Culture Laboratory, PT BISI International Tbk, Kediri, East Java. Nine genotypes were used as a source of anthers, represent japonica, indica, and F1 represent japonica  indica. The results showed that genotype affect double haploid induction through anther culture. Crossing between the two genotypes can give positive results in increasing response in anther culture of F1. Panicle pre-treatment in 4 oC for 8 days, using medium consist from modified N6 basal salt + NAA 2 mg/L + kinetin 0,5 mg/L + sucrose 54 g/L + putrescin 0,1644 g/L + Phytagel 2,5 g/L are suitable for japonica and hybrid derived from japonica  indica. Panicle pre-treatment in 4 oC for 9 days, using medium consist of modified N6 basal salt + 2,4-D 2.5 mg/L + kinetin 0,5 mg/L + AgNO3 10 mg/L + maltose 40 g/L + Phytagel 2,5 g/L and modified N6 basal salt + 2,4-D 2,5 mg/L + kinetin 0,5 mg/L + maltose 50 g/L + AgNO3 10 mg/L + Phytagel 2,5 g/L can enhance callus induction in ’Ciuhao’ and several genotype of indica. Five doubled haploid lines successfully obtained, crossing between japonica and indica can be effectively conducted to enhance response of hybrid to medium and increase the possibility to obtain doubled haploid line better than its indica parental line.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.