Laporkan Masalah

TEMPAT KETIGA BAGI MAHASISWA DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

HENDRA FAUZI, M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng.

2013 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Yogyakarta merupakan kota yang mempunyai banyak predikat, salah satunya adalah Kota Pelajar. Simbol yang paling mencolok dari keberadaan pendidikan itu ialah sebuah universitas negeri tertua yang dianggap paling bergengsi: Universitas Gadjah Mada (UGM). Ragam Kampus yang ada di Yogyakarta banyak menarik mahasiswa yang menambah ragam kelas sosial sebagai kaum urban. Interaksi sosial yang terjadi di kawasan urban tergolong heterogen yang akan mempengaruhi keragaman 'place' yang dibentuk oleh masyarakat dan dipengaruhi dari berbagai aspek lingkungan kota. Salah satu kecenderungan kegiatan masyarakat kota adalah adanya kebutuhan untuk bertukar pengalaman dan memperoleh tempat yang nyaman untuk saling bersosialisasi. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan di luar rumah dan kantor dan kemudian disebut ruang/tempat ketiga atau Third Place (Oldenburg, 1999). Ray Oldenburg memberikan sedikit gambaran mengenai fungsi third place bahwa Third place akan muncul, ketika first place dan second place dirasakan tidak cukup lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, tipologi dan untuk mendapatkan konsep tempat ketiga mahasiswa di Kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Keberadaan tempat ketiga sesuai teori Ray Oldenburg (1989) banyak ditemui dan tersebar di sekitar Kawasan Kampus UGM. Akan tetapi, apakah tempat ketiga tersebut dapat mengakomodir aktivitas, atribut dan sesuai dengan mahasiswa?. Hal ini yang menjadi dasar untuk melakukan penelitian tempat ketiga bagi mahasiswa. Wilayah penelitian ditentukan pada Wilayah yang berdekatan dengan kampus UGM dengan kepadatan tempat kos yang tinggi dan didominasi oleh mahasiswa UGM. Wilayah tersebut yaitu : (1) Pogung; (2) Karang; (3) Karangmalang; (4) Sendowo dan Belimbingsari. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan metode Grounded Theory untuk mendapatkan teori yang mendasar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi untuk mendapatkan pola sebaran dan tipologi serta menggunakan kuesioner dan interview untuk mendapatkan konsep tempat ketiga mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran tempat yang berpotensi sebagai tempat ketiga bagi mahasiswa memiliki dua pola yaitu pola linier mengikuti jalan dan pola menyebar yang terdapat di dalam permukiman yang padat dengan tempat kos. Tipologi tempat ketiga mahasiswa hampir memiliki bentuk terbuka (open plan). Konsep yang didapatkan dapat dikelompokkan menjadi dua konsep yaitu konsep akademik untuk dapat mengakomodir aktivitas belajar mengajar mahasiswa dan konsep hiburan untuk dapat memenuhi kebutuhan penyegaran setelah seharian beraktivitas.

Yogyakarta is a city which has many predicates, one of them is called the city of students. The symbol that does show the presence of education is the oldest and the most prestigious state university namely Gadjah Mada University (UGM). Varied colleges in Yogyakarta have invited many students which increase diversity of castes as urban community. Social interaction in this community is heterogeneous in which it affects kinds of ‘place’ made by people and affected by variousenvironmental aspects of city. One of the tendencies of urban community activities is the necessity of sharing experience and getting comfortable place to socialize. People do those activities outside home, in the office, and the third place (Oldenburg, 1999). Ray Oldenburg describes the function of the third place that exists when there is an inadequacy of the first and second place. The objectives of this research were to know the distribution pattern, typology, and to figure out concept of student third place in the area of Gadjah Mada University. The existence of the third place which is based on theory of Ray Oldenburg is spread and easily found around the college (UGM). However, could this place accommodates the activities, attributes, and is appropriate for students? This was the reason of conducting the research about the third place for student. The areas chosen for this research were nearby UGM campus in which the presence of instalment houses are high and occupied by UGM students. The areas were: 1) Pogung, 2) Karang, 3) Karangmalang, 4) Sendowo and Blimbingsari. Methodology used in this research was Grounded Theory. It was to get the basis theory. Data were collected by observation which was to know the distribution pattern and typology, questionnaires and interview to figure out the concept of student third place. The findings show that the distribution design of place which is potential as the third place has two patterns, they are linier which is along the way and spread pattern in which instalment houses dominate. Typology of student third place is almost open plan. The concept got can be classified as academics concept to accommodate student teaching learning activities and entertaining concept to cover the need of refreshment after doing activities.

Kata Kunci : Aktivitas, Kampus, Mahasiswa, Tempat Ketiga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.