“Minum†di Frontier: Introduksi Kelapa Sawit dan Perubahan Pola Konsumsi Minuman Keras Pada Masyarakat Dayak Kancin’k-Ketior
GAFFARI RAHMADIAN, Dr. Pudjo Semedi M.A
2013 | Tesis | S2 AntropologiMinuman keras merupakan bagian dari tradisi masyarakat Dayak Kancin’k-Ketior di dusun Pompang, Kalimantan Barat. Meskipun begitu, saat ini konsumsi minuman keras mendapatkan tentangan dari anggota masyarakat. Protes yang datang dari masyarakat ini merupakan reaksi atas maraknya konsumsi minuman keras saat ini semenjak tanaman kelapa sawit diintroduksikan Perubahan pola konsumsi minuman keras saat ini ternyata bukanlah yang pertama kali. Perubahan pola ini pernah dialami pada awal abad ke 20 saat tanaman karet diintroduksikan oleh Belanda. Pengenalan tanaman baru kepada masyarakat memiliki dampak terhadap sistem ekonomi mereka, akibatnya sistem ekonomi masyarakat mengalami perubahan. Perubahan ini diawali dengan mengkonstruksikan wilayah Kalimantan sebagai sebuah frontier. begitu juga dengan perubahan yang terjadi di masa kini. Masyarakat Kancin’k-Ketior sebagai sebuah masyarakat yang hidup di daerah frontier terus mengalami perubahan, baik sosial, poilitik, dan ekonomi. Perubahan terbaru yang diakibatkan oleh introduksi kelapa sawit ternyata mempunyai implikasi besar terhadap relasi sosial di dalam masyarakat, relasi sosial menjadi lebih renggang, terjadi pertentangan-pertentangan baru di dalam masyarakat. Perubahan pola konsumsi minuman keras oleh karennya merupakan isyarat adanya pertentangan-pertentangan baru tersebut, semakin marak minuman keras di konsumsi semakin tinggi pertentangan yang ada di dalam masyarakat.
Liquor is part of the tradition of the Dayak people in the hamlet Kancin'k- Ketior Pompang, West Kalimantan. Even so, the current consumption of liquor is gaining opposition from the public members. The protests come from a reaction to the rise of current alcohol consumption since the introduction of oil palm plantations. The changing pattern in alcohol consumption was not the first time. It was also experienced in the early 20th century when rubber plant was introduced by the Dutch. The introduction of new plants (rubber) has an impact on their economic system, consequently changing the economic system. This change was start by constructing the Kalimantan region as a frontier, so does changes occurring in the present. Kancin'k-Ketior community as a people living in the frontier region continues to change, whether social, political determinants, and economics. Recent changes caused by the introduction of palm oil turns out to have major implications for social relations in society, social relations became more strained, there is a new contradiction in society. Therefore, in patterns changes of alcohol consumption by is a sign of new contradictions that occurs inside the society, the widespread consumption of liquor in the higher opposition in the community.
Kata Kunci : Perubahan sosial, minuman keras, kelapa sawit, frontier