INTEGRASI DATABASE KEPENDUDUKAN PADA PROGRAM SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (SIAK) DI KOTA YOGYAKARTA
UNTUNG TRI WIJANANTO, SSTP, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P.
2013 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikProgram Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan suatu program di bidang kependudukan yang menerapkan teknologi informasi dan komputerisasi guna menyediakan data penduduk yang akurat, lengkap, muktahir, dan mudah diakses dalam bentuk database kependudukan yang berguna sebagai acuan dan rujukan setiap perumusan kebijakan dan penyelenggaraan setiap kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di berbagai sektor. Penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada e-KTP dalam program ini sebagai Single Identity Number diharapkan dapat menjadikan e-KTP sebagai satu-satunya kartu identitas tunggal yang dimiliki penduduk yang dapat mengintegrasikan berbagai pelayanan masyarakat seperti di bidang kesehatan, pendidikan, perbankan, keamanan, pemilihan umum dan di berbagai bidang lainnya. Namun dalam pelaksanaannya, dimana Kota Yogyakarta sebagai salah satu tempat pilot project-nya, program ini belum terlaksana secara baik. Oleh karena itu sebelum melihat kemungkinan integrasinya dengan bidang lain, maka perlu dilihat secara intern mengenai integrasi antar database kependudukan itu sendiri dalam program ini. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemungkinan pengintegrasian antar database kependudukan pada program SIAK di Kota Yogyakarta dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengintegrasian tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi dan observasi. Dari hasil penelitian tampak bahwa pelaksanaan integrasi database kependudukan di Kota Yogyakarta belum terlaksana dengan optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya inkonsistensi data pada saat proses verifikasi data penduduk yang menyebabkan adanya redundansi/data rangkap. Jika dilihat secara teknis, faktor teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan telah tersedia dan cukup memadai, namun faktor sumber daya manusia yang ada masih dirasa kurang.
Administration information system on population programs (SIAK) is a programs of demography who are implementing information technology and computerization to provide population data are accurate, complete, low overhead, and are easily accessible as a database. This is useful as a reference any policy formulation and implementation of each governmental activities, development, and community in various sectors. The application of the Population Number (NIK) on the e-ID Cards is a Single Identity Number, that will be expected to make the e-ID Cards as the one owned by a single identity card that can integrate the various public services such as health, education, banking, security , elections, and in many other fields. Yogyakarta is one of the pilot project of this programs, but it has not been implemented properly. Therefore, before looking at the possibility of its integration with other fields, it needs to be seen internally on the integration between the database population itself. This research aimed to determine how the possibility of integration between the database population of SIAK programs in Yogyakarta and the factors that influence the integration. This was a descriptive research using interviews, documentation and observation as collection technique. From the research it appears that the implementation of database integration of population in the city of Yogyakarta has not implemented optimally. This is evident from the persistence of data inconsistencies during the process of verification that caused the existence of redundant/duplicate. If seen technically, information and communication technology factors used are available and quite insufficient, but the human factors is still considered less.
Kata Kunci : SIAK, integration database, technology of information, e-KTP, inconsistencies data.