Laporkan Masalah

Analisis Dan Evaluasi Kinerja Pengoperasian Terminal Tipe B (Studi Kasus : Terminal Wates)

HARDIANTO R. MAYUNA, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., ph.D.

2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Terminal merupakan salah satu komponen fungsional dari sistem transportasi yang memerlukan biaya yang besar dalam pembangunannya, namun tidak sedikit terminal yang dalam operasionalnya kurang begitu optimal, indikasinya adalah terminal terlihat sepi, tidak ada penumpang yang naik dan turun di terminal. Hal tersebut terjadi pada salah satu Terminal dengan tipe B di Kabupaten Kulon Progo, yaitu Terminal Wates. Penelitian kinerja terminal dilakukan dengan mengidentifikasi tingkat kepentingan berdasarkan beberapa indikator pernyataan yang diberikan melalui kuisioner terhadap 3 (tiga) golongan responden, yaitu : pengguna angkutan umum, operator angkutan umum, dan pengusaha (pedagang/pemilik toko di sekitar lokasi, pemilik agen jasa transportasi, dsb.), sehingga diperoleh tingkat kesesuaiannya. Setelah diperoleh besaran tingkat kesesuaiannya maka dapat diketahui urutan prioritas peningkatan kinerja terminal berdasarkan pada nilai tingkat kesesuaian terendah, selanjutnya dalam penelitian ini akan dilakukan tinjauan terhadap tapak terminal serta kondisi di sekitar terminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan evaluasi terhadap fasilitas terminal, luas lahan yang dibutuhkan adalah 12430,7 m2. Ada beberapa fasilitas yang harus dilengkapi dan sebaiknya disesuaikan luasannya berdasarkan standard dan kebutuhan. Kemudian berdasarkan survei wawancara, tingkat kesesuaian dengan prosentase terendah untuk golongan pengguna angkutan umum adalah sebesar 76,1% yaitu mengenai fasilitas terminal dalam hal ini adalah sistem informasi. Untuk golongan operator angkutan umum sebesar 46,1% mengenai lokasi, dan golongan pengusaha sebesar 62,5% mengenai lokasi terminal yang sepi dari pengunjung. Hal tersebut menunjukkan lokasi adalah aspek terpenting yang menjadi perhatian dalam upaya mengoptimalkan operasional Terminal Wates, sehingga perlu dilakukan penataan terhadap lokasi sekitar agar muncul daya tarik yang dapat membangkitkan perjalanan.

Terminal is one of the functional component from transportation system which need a large amount of money in its development, however just a few of terminal is not to optimal in its operational, the indication will cause quite because no other passenger will raise and fall in the terminal. This is happened in one of the type B terminal in district of Kulon Progo, that is Terminal Wates. Terminal performance research conducted by identifying the importance on several question of indicator which is given through questioners to three respondents are: the user of public transportation, public transportation operator, and entrepreneur (owner of the shop around the location, owner of service agent, etc.), after found the measure they will know the hierarchy of priority based on the amount of the lowest degree of performance. Moreover, this research is conducted to the evaluation about the site condition around terminal. The result of this research pointed that based on the evaluation; the wide of the field needs 12501,7 m2. There are facilities needed to complete and it better if the wide proportion in line with standard of facility. Then based on the survey interview, the level of compliance with the lowest percentage for public transport users group was 76,1% that the terminal facilities in this regard is the information system. For the class of common carriers by 46.1% on the location and class of entrepreneurs of 62,5% on a deserted terminal location of visitors. This is pointed that location is the most important aspect to be more attention in optimally operation of Terminal Wates. So, it will need to revitalize the location around the terminal to emerge the attractiveness in traveling

Kata Kunci : Optimalisasi, kinerja, evaluasi, Terminal Tipe B.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.