BERHENTINYA PERAMBAHAN HUTAN CAGAR ALAM GUNUNG CELERING KABUPATEN JEPARA
Tutut Heri Wibowo, Ir. Gunung Radjiman, M.Sc
2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahPerambahan hutan di kawasan konservasi biasa ditemui pada kawasan yang berbatasan langsung dengan permukiman penduduk, dan hal ini terjadi di CAGC. Perambahan yang terjadi di CAGC mengalami penurunan menjadi hanya sekitar 3,37 % dari luas CAGC atau 50 ha (Laporan Statsitik BKSDA Jawa Tengah 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses penurunan perambahan di CAGC dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan berhentinya perambahan. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif serta menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode kualitatif ini digunakan untuk menggali kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan, yaitu untuk mengetahui bagaimana proses berhentinya perambahan di CAGC serta mencari faktor – faktor yang menyebabkan berhentinya perambahan di CAGC. Proses berhentinya perambahan hutan CAGC terjadi secara top down yang diawali dengan adanya konsolidasi antara pihak-pihak terkait, tindak lanjut konsolidasi (berupa pengintensifan pengelolaan dan dukungan pemerintah daerah melalui program pemberdayaan masyarakat), perubahan aktivitas masyarakat dan akhirnya terjadi penurunan areal perambahan. Berdasarkan analisis citra areal perambahan menurun dari 669,067 ha dan turun menjadi seluas 33,757 ha pada tahun 2012. Faktor-faktor yang menyebabkan berhentinya perambahan hutan CAGC diantaranya meliputi : intensifikasi pengelolaan, peran tokoh/kepemimpinan daerah, pemberdayaan, kelembagaan/organisasi dan bencana alam banjir dan tanah longsor.
Forest encroachment in the conservation area became ordinary things that can be found in the area that is bordered directly with the settlement area, one of them was what happened in CAGC. However, it is interesting that in CAGC such encroachment has been decreasing to only about 3,37 % of the CAGC area wide or only 50 ha (Statistical Report of BKSDA (NATURAL RESOURCE CONSERVATION BOARD) of Central Java, 2011)). This study aimed to identifying the process of the decreasing forest encroachment in CAGC and to find out factors that caused such decreased. The study used inductive qualitative study method and used phenomenology approach. The qualitative method was used to explore the field facts that was to knowing how the process of forest encroachment stopping in CAGC and searching a factors that caused the stopping of forest encroachment in CAGC. The process of the decreasing forest encroachment in CAGC was occurred because there was top down policy initiative by the government by consolidate between the related stakeholders, follow up consolidation (by management intensification and regional government support through community empowerment program), the community activity changing and at the end there was decreasing of forest encroachment area. Based on analysis on image, the forest encroachment area was decreased from 669,067 ha to 33.757 ha in 2012. Factors that caused the stopping of forest encroachment in CAGC among others were: management intensification, the role of regional (local) figure/ leader, support by community empowerment, organization/ agency and flood and landslide natural disaster.
Kata Kunci : perambahan hutan, cagar alam, berhentinya perambahan hutan