Laporkan Masalah

PERKAWINAN ANAK DI KABUPATEN GROBOGAN

NORMA YUNI KARTIKA, Dr. M. R. Djarot Sadharta W., M.Sc

2013 | Tesis | S2 Kependudukan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor predisposisi (status ekonomi rumah tangga, pendidikan anak, persepsi dan pengetahuan anak tentang perkawinan, budaya dan karakteristik orang tua), faktor pendukung (pekerjaan orang tua) dan faktor penguat (sikap tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemangku kebijakan) yang menjadi penyebab tingginya perkawinan anak di Kabupaten Grobogan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kombinasi dengan pendekatan dua tahap, tahap awal adalah analisis data sekunder hasil Survei Pernikahan Dini yang dilakukan oleh PSKK UGM berkerjasama dengan PLAN Indonesia tahun 2011, dilanjutkan dengan metode kualitatif. Dilakukan wawancara mendalam terhadap orang tua, anak dan pemangku kebijakan guna memperoleh data akurat terutama mengenai hal-hal yang belum tercakup dalam data sekunder. Analisis diskriptif dilakukan dengan distribusi frekuensi, analisis Khai-Kuadrat (X 2 ) untuk melihat perbedaan variabel dependen dan independen, variabel yang mempunyai perbedaan yang diikutsertakan dalam analisis multivariat dengan regresi logistik. penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi rumah tangga, persepsi Hasil dan pengetahuan anak tentang perkawinan, serta persepsi dan pegetahuan orang tua tentang perkawinan mempunyai hubungan bermakna dengan perkawinan anak. Variabel pendidikan anak, pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua tidak mempunyai hubungan bermakna dengan perkawinan anak. Hasil dari analisis kualitatif menunjukkan budaya menjadi faktor penyebab utama terjadinya perkawinan anak di Kabupaten Grobogan. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan perkawinan anak antara lain adalah peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga untuk keluarga miskin. Budaya pada masyarakat yang harus di rubah dari budaya malu kalau tidak melakukan perkawinan anak, menjadi malu kalau melakukan perkawinan anak. Mengikis persepsi masyarakat tentang perkawinan anak yang tinggi dengan cara, antara lain dengan sosialisasi dari para pemangku kebijakan dari unsur pemerintah, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dapat memberikan pembinaan dan pemahaman tentang dampak dan bahaya perkawinan anak.

The aim of the research is to find the predisposition factors the marriage economy status, the education, the perception, (the marriage comprehension the culture and the parents characteristic) the proponent factors (parents occupations) and the rein forces factors (the prominent figure, the children marriage in Grobogan regency. The method of the research is combination Method by two steps. The first step is secondary data analysis of the young marriage survey’s result that had been done by the policy and demography Center of Gajah Mada University and PLAN Indonesia in 2011. The qualitative method, by interview to parents, children, the wiser, to have the accuracy data. The descriptive analysis by frequency distribution, Khai-Quadrate (X 2 ) analysis to find the difference of dependent variable and independent variable, by logistic regretion. The result of the research is the marriage economy status, the perception and the marriage comprehension, influence the children marriage. The variable of children education, parents education and the parents occupation aren’t influence to children marriage.The result of the qualitative analysis shows that the culture is the main factor of children marriage in Grobogan Regency. The government’s efforts to solve this, are increase the family economy, changes the opinion of stay hasn’t do children marriage to stay has do children marriage. Erase the perception of children marriage by the advices of government, the prominent figure and the spiritual figure.

Kata Kunci : Perkawinan, Anak, Grobogan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.