Laporkan Masalah

BIOEKOLOGI DAN KEMAMPUAN MENOCHILUS SEXMACULATUS (COLEOPTERA: COCCINELLIDAE) SEBAGAI PREDATOR KUTU TANAMAN CABAI

Dahlia Simanjuntak, Ir.,M.Si., Prof. Dr. Ir. Fransiscus Xaverius Wagiman, S.U.

2012 | Disertasi | S3 Ilmu Hama Tumbuhan

Penelitian mendalam tentang bioekologi dan kemampuan Menochilus sexmaculatus dimaksudkan untuk mengevaluasi potensi predator ini sebagai agens pengendalian hayati kutu tanaman cabai. Survei kelimpahan M. sexmaculatus dan kutu tanaman cabai dilakukan di sentra produksi cabai di dataran rendah dan dataran tinggi di Jawa. Uji pakan M. sexmaculatus terhadap telur ayam kampung, telur burung puyuh, telur Corcyra cephalonica, dan Aphis craccivora dilakukan untuk menentukan pakan yang sesuai guna pembiakan massal predator tersebut. Pengujian keefektifan M. sexmaculatus mengendalikan kutu tanaman cabai dilakukan dengan uji efikasi lapangan dengan insektisida sihalotrin 25 EC sebagai pembanding. Hasil penelitian membuktikan bahwa predator M. semaculatus memenuhi kriteria sebagai agens pengendalian hayati kutu tanaman cabai. Predator M. sexmaculatus stadia imago dalam populasi rendah dijumpai pada tanaman cabai dan sembilan jenis tanaman lain (jagung, terong, stroberi, kacang panjang, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, padi dan tomat) di dataran rendah dan dataran tinggi di Jawa. Elevasi tidak berpengaruh terhadap kelimpahan M. sexmaculatus. Kutu tanaman cabai yang dijumpai ialah B. tabaci stadia imago dalam populasi sangat rendah dan A. gossypii semua stadia dalam populasi lebih tinggi dari pada B. tabaci. Pakan yang sesuai untuk pembiakan massal predator M. sexmaculatus ialah A. cracccivora, sedangkan pakan berbasis telur ayam kampung, telur burung puyuh, dan telur C. cephalonica bukan pakan yang sesuai. Predator M. sexmaculatus efektif mengendalikan kutu tanaman cabai terutama A. gossypii.

In-depth research on bioecology and performance of Menochilus sexmaculatus was intended to evaluate the potential of the predator as a biological control agent against pests of sucking insects on chili. Survey of M. sexmaculatus abundance was conducted at central chili production areas, both in lowlands and highlands. The feeding tests of M. sexmaculatus using local chicken egg, quail egg, Corcyra cephalonica egg and Aphis craccivora were done to determine suitable food for mass breeding of the predator. The effectiveness of M. sexmaculatus at controlling aphid was done using sihalotrin 25 EC as a comparator. The research result proved that predatory M. sexmaculatus of imago stadia in low population was found on chilli and nine other types of plant (corn, eggplant, strawberry, long bean, soy bean, mung bean, nut bean, rice and tomato) in highlands and lowlands in Java. Elevation does not affect the abundance of M. exmaculatus. Chili aphids found were B. tabaci of imago stadia in very low population and A. gossypii of all stadia in higher population than that of B. tabaci. The suitable food for mass breeding of M. sexmaculatus is A. craccivora, whereas local chicken egg, quail egg, and C. cephalonica egg-based food egg are not the suitable ones. Predatory M. sexmaculatus is effective in controlling chilli pest aphids including A. gossypii.

Kata Kunci : bioekologi, pengendalian hayati, Menochilus sexmaculatus, cabai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.