Laporkan Masalah

UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK TUMBUHAN KUMIS KUCING (Orthosiphon sp.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI KAYU TERHADAP SERANGAN RAYAP KAYU KERING Cryptotermes sp.

ABDUL AZIS,S.Hut, Prof. Ir. T.A. Prayitno, M.For, Ph.D

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Bahan kimia sintetik yang selama ini digunakan dalam pengawetan kayu berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu, saat ini diperlukan sumber bahan pengawet lain yang murah, mudah diperoleh dan yang terpenting adalah bersifat biodegradable dan ramah lingkungan. Senyawa bioaktif di dalam tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai pengawet kayu karena dapat menolak serangan serangga dan bersifat racun seperti saponin, alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid dan steroid. Pemanfaatan tumbuhan herbal belum banyak dilakukan sebagai bahan alami pengawet kayu padahal jumlah dan jenisnya cukup melimpah. Perlu penelitian tumbuhan kumis kucing sebagai bahan alami pengawet kayu menggunakan pelarut air dan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ekstrak tumbuhan kumis kucing (Orthosiphon sp.) yang terbaik (beracun) dengan cara ekstraksi menggunakan etanol, air panas atau air dingin pada konsentrasi 1:4, 1:8 dan 1:12 terhadap mortalitas rayap kayu kering Cryptotermes sp. dan pengurangan berat contoh uji dan (2) keefektifan ekstrak terbaik tersebut dalam mencegah serangan rayap kayu kering pada aplikasinya untuk pengawetan kayu. Penelitian dilaksanakan dalam tiga sub penelitian yaitu sub penelitian pertama adalah pengujian toksisitas pada kertas saring. Kertas saring diimpregnasi dengan berbagai faktor pelarut dan konsentrasi lalu diujikan pada rayap kayu kering untuk mengetahui ekstrak kumis kucing terbaik. Sub penelitian kedua adalah pengujian fitokimia ekstrak kumis kucing. Sub penelitian ketiga yaitu aplikasi ekstrak terbaik tersebut pada kayu untuk mengetahui keefektifannya melindungi kayu dari rayap kayu kering. Kayu yang digunakan adalah kayu sengon dan benuang. Data pada penelitian pertama dan ketiga dianalisis dengan anova dalam RAL faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terbaik adalah ekstrak etanol tumbuhan kumis kucing konsentrasi 1:4. Keefektifan ekstrak ini menunjukkan rata-rata mortalitas rayap sebesar 65% dan pengurangan berat kertas sebesar 2,71% (kontrol : mortalitas rayap : 7%; pengurangan berat : 37,86%). Keefektifan ekstrak tersebut pada pengujian menggunakan kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) menunjukkan rata-rata mortalitas rayap sebesar 51% dan pengurangan berat kayu sebesar 0,033 gr (kontrol : mortalitas rayap : 29%; pengurangan berat : 0,055 gr). Keefektifan ekstrak pada kayu benuang (Octomeles sumaterana Miq.) menunjukkan rata-rata mortalitas rayap sebesar 71% dan pengurangan berat kayu sebesar 0,032 gr (kontrol : mortalitas rayap : 57%; pengurangan berat : 0,045 gr). Ekstrak etanol tumbuhan kumis kucing 1:4 telah mampu meningkatkan mortalitas rayap kayu kering dan meminimalkan pengurangan berat kertas saring dan kayu.

Synthetic chemicals that have been used in wood preservation potential to pollute the environment. For that, currently needed other sources of preservatives are cheap, easily available and most importantly is biodegradable and environmentally friendly. Bioactive compounds in plants can be used as a wood preservative because it can resist insect attack and are toxic such as saponins, alkaloids, flavonoids, tannins, triterpenoids and steroids. Use of herbal plants has not been largely done as a natural preservative whereas its number and type is relatively abundant. Kumis kucing plant research need to be done as a natural wood preservative using a solvent of water and ethanol. This study aims to determine (1) the best extracts (toxic) of kumis kucing plant (Orthosiphon sp.) by extraction using ethanol, hot water or cold water at a concentration of 1:4, 1:8 and 1:12 to the dry wood termite Cryptotermes sp. mortality and the weight reduction of test sample and (2) effectiveness of the best extract in preventing dry wood termite attacks on the application for the preservation of wood. The experiment was conducted in three sub-study. The first sub-study is toxicity testing on filter paper. Filter paper impregnated with a variety of solvents and concentration factors and then tested on dry wood termites to find the best extract of kumis kucing. The second research sub is application of the best extracts on the timber to determine its effectiveness to protect wood from dry wood termites. The woods used are sengon and benuang. The third sub-study is phytochemical testing of kumis kucing extracts. Data on the first and second study were analyzed by ANOVA in factorial CRD. The results showed that the best extract is ethanol extract of kumis kucing plant concentration of 1:4. The effectiveness of this extract showed an average of 65% termite mortality and weight reduction of paper by 2.71% (control: termite mortality: 7% weight reduction: 37.86%). The effectiveness of the extract on testing using sengon wood (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) showed the average by 51% termite mortality and weight reduction of 0.033 g of wood (control: termite mortality: 29%; reduction in weight: 0.055 g ). The effectiveness of the extract on benuang wood (Octomeles sumaterana Miq.) demonstrated an average 71% mortality of termites and wood weight reduction of 0.032 g (control: termite mortality: 57% reduction in weight: 0.045 g). Ethanol extracts of kumis kucing plants 1:4 have been able to increase the mortality of dry wood termites and minimize weight reduction filter paper and wood.

Kata Kunci : tumbuhan kumis kucing, rayap kayu kering, ekstrak, uji efektifitas, pengawet alami kayu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.