KONFLIK LINGKUNGAN DAN RESOLUSINYA DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS PROVINSI JAMBI
Ida Harwati, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A, Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahTaman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, dan dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata alam dan rekreasi. Penetapan kawasan Cagar biosfer Bukit Duabelas menjadi Taman Nasional diduga membawa implikasi terbatasinya akses pemanfaatan bagi orang rimba yang tinggal di dalam kawasan serta masyarakat desa sekitar taman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan, mendokumentasikan karakter konflik yang berkaitan dengan pengelolaan (proses terjadinya, apa, siapa, dan dimana saja) di TNBD; (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik; dan (3) mengetahui efektivitas resolusi konflik yang dilakukan dalam rangka penyelesaian konflik. Data diperoleh melalui in-depth interview, dengan narasumber yang dipilih secara purposive dan snowball. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengkategorisasikan data dan informasi ke dalam tema-tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan konflik adalah terjadinya perubahan hirarki pengelolaan hutan dari rakyat ke negara. Penetapan TNBD dan pemanfaatan kawasan penyangganya merupakan tanda terjadinya perubahan hirarki pengelolaan ini. Konflik-konflik yang terjadi di TNBD merupakan konflik ikutan yang mencerminkan ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan negara dan terganggunya kepentingan stakeholders dalam pemanfaatan kawasan TNBD dan kawasan penyangganya . Resolusi konflik yang dilakukan belum mendapatkan hasil maksimal karena belum menyelesaikan akar permasalahan penyebab konflik. Konflik lingkungan di TNBD merefleksikan adanya kebijakan negara yang tidak sesuai diterapkan di suatu wilayah, dan terjadinya perubahan identitas serta pelemahan nilai-nilai kearifan lokal suatu masyarakat dalam pemanfaatan lingkungan.
National Park is a nature conservation area which has a native ecosystem, managed by the zoning system, and can be utilized for the purpose of research, science, education, culture, nature tourism and recreation. The establishment of the Bukit Duabelas biosphere reserve area into National Park thought to carry implications of limited access utilization for people who live in jungle areas and rural communities around the park. The purpose of this study were: (1) mapping, documenting the character of conflicts related to the management (the process of, what, who, and anywhere) in TNBD, (2) describing factors that cause conflict, (3) Knowing the effectiveness of conflict resolution is performed in order to resolve he conflict. Data were obtained through in-depth interviews with purposively selected informants and snowball. Data then analyzed descriptively by categorizing qualitative data and information into themes. The analysis showed that the root causes of conflict is the occurrence of changes in forest management hierarchy from people to the state. It is indicated by determination of TNBD and utilization of the buffer area. Conflicts in TNBD are additional conflict that caused by change forest management hierarchy. These conflicts reflect discontent of the peoples to the state policy, and disruption of stakeholders interest in the utilization of TNBD and buffer area. Conflicts resolution not yet provide maximum results because the root causes of conflict have not been resolved In brieft conflict in TNBD reflects state policies that do not fit implemented in the region, and the change of identity and weakening local wisdom of the community in the utilization environment.
Kata Kunci : Taman Nasional Bukit Duabelas; Konflik; Resolusi Konflik;