PERBEDAAN ANTARA SILER BERBAHAN DASAR ZOE DAN RESIN PADA TEKNIK OBTURASI TERMOPLASTIS CONTINUOUS WAVE OF CONDENSATION DAN CARRIER-BASED GUTTA PERCHA TERHADAP KEBOCORAN APIKAL PASCA PERAWATAN SALURAN AKAR
Reinaldo Edwin, Drg. Ema Mulyawati, MS, SpKG(K)
2011 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi GigiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebocoran apikal pada teknik obturasi continuous wave of condensation dan carrier-based gutta percha dengan siler berbahan dasar seng oksida eugenol dan resin. Subjek penelitian menggunakan 40 gigi premolar mandibula. Subjek penelitian dipreparasi dengan teknik crown dow. Subjek penelitian secara acak dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20 gigi, yaitu kelompok I saluran akar dengan siler nernahan dasar seng oksida eugenol dan kelompok II saluran akar dengan siler berbahan dasar resin. Tiap kelompok tersebut dibedakan lagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A dan kelompok B yang masing-masing terdiri dari 10 gigi. Kelompok A saluran akar diisi dengan teknik obturasi carrier-based gutta percha sedangkan kelompok B saluran akar dan diisi dengan teknik obturasi continuous wave of condensation. Semua kelompok disimpan dalam inkubator pada suhu 37°C selama 7 hari dengan kelembaban relatif 100%. Seluruh permukaan akar dilapisi dua lapis cat kuku dan satu lapis malam perekat kecuali 2 mm bagian apikal dan direndam larutan biru metilen 2% selama 1 minggu pada suhu 37°C. Selanjutnya cat kuku dibersihkan dan digunakan teknik clearing untuk dapat mengamati penetrasi larutan pewarna. Penetrasi warna diamati menggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 60x. Penetrasi warna dari larutan biru metilen merupakan indikator terjadinya kebocoran apikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obturasi dengan siler dengan bahan dasar seng oksida eugenol mempunyai kebocoran apikal yang lebih besar dibandingkan obturasi menggunakan siler berbahan dasar resin (p<0,05), tidak ada perbedaan pada teknik obturasi termoplastis menggunakan Thermafil dan Sistem B terhadap kebocoran apikal (p>0,05), tidak ada interaksi antara siler dengan teknik obturasi terhadap kebocoran apikal (p>0,05). Obturasi dengan siler dengan bahan dasar seng oksida eugenol mempunyai kebocoran apikal yang lebih besar dibandingkan obturasi menggunakan siler berbahan dasar resin pada penelitian dengan menggunakan teknik obturasi thermoplastis yaitu carrier-based gutta percha dan continuous wave of condensation, tidak ada perbedaan pada penggunaan dua jenis teknik obturasi termoplastis, yaitu teknik obturasi termoplastis menggunakan carrier-based gutta percha dan menggunakan continuous wave of condensation terhadap kebocoran apikal , dan tidak ada interaksi antara siler dengan teknik obturasi terhadap kebocoran apikal.
This study aims to determine the differences in apical leakage between obturation technique continuous wave of condensation and carrier-based gutta percha with different sealer based zinc oxide eugenol and resin. Research using 40 mandibular premolars. The subject of research prepared by crown down technique. Research subjects were randomly divided into 2 groups each consisting of 20 teeth, ie group I root canals with ZOE based sealer and group II root canals with resin based sealer. Each group was divided again into two groups: group A and group B each consisting of 10 teeth. Group A root canal is filled with carrier-based gutta percha obturation technique while group B filled with the continuous wave of condensation obturation techniques. All groups are stored in an incubator at 37 ° C for 7 days with relative humidity of 100%. The entire root surface coated with two coats of nail polish and one layer of adhesive except the apical 2 mm and soaked 2% methylene blue solution for 1 week at 37 ° C. Furthermore, nail polish cleaned and clearing techniques was used to observe the penetration of the dye solution. Color penetration was observed using a stereo microscope with a magnification of 60x. Penetration of the color of methylene blue solution is an indicator of apical leakage. The results showed that obturation with zinc oxide eugenol based sealer has a greater apical leakage than obturation using resin based sealer (p<0,05), there was no difference in thermoplastic obturation techniques using Thermafil and System B on apical leakage (p>0,05) , there is no interaction between sealer with the obturation technique on apical leakage (p>0,05). Obturation with zinc oxide eugenol base sealer has a greater apical leakage than obturation using resin-based sealer on research using obturation technique carrier-based gutta percha and continuous wave of condensation, no differences in the use of two types of thermoplastic obturation techniques, namely thermoplastic obturation techniques using Thermafil and System B on apical leakage, and no interaction between sealer with obturation techniques on apical leakage.
Kata Kunci : Kebocoran apikal, siler berbahan dasar seng oksida eugenol, siler berbahan dasar resin, teknik obturasi carrier-based gutta percha, teknik continuous waave of condensation.