Mutan jamur selulolitik Trichoderma sp. untuk meningkatkan kualitas onggok sebagai bahan pakan ayam broiler
MULYONO, Ali Mursyid Wahyu, Promotor Prof. Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc
2008 | Disertasi |Penelitian bertujuan meningkatkan nilai nutritif onggok melalui fermentasi menggunakan mutan Trichoderma sp., sehingga onggok-terfermenmtasi dapat dimanfaatkan dalam pakan ayam broiler. Penelitian dibagi menjadi 4 tahap. Tahap I adalah mutasi Trichoderma PK1J2 menggunakan ethyl methane sulfonate dan ethidium bromide. Mutasi menghasilkan satu mutan terbaik, yaitu AA1 bersifat resisten terhadap represi katabolit dan mampu mensekresi selulase lebih tinggi dibandingkan galur aslinya. Tahap II adalah fermentasi substrat padat onggok. Medium padat yang terdiri dari onggok, sumber nitrogen dan mineral, diinokulasi mutan Trichoderma AA1 dan diinkubasikan pada suhu ruang selama 6 hari. Variabel yang dikaji meliputi water activity (aw) awal, pH medium, dan konsentrasi inokulum. Fermentasi onggok menghasilkan aktivitas selulase tertinggi pada aw awal 0,99, pH awal 5,0 dan konsentrasi inokulum of 107 spora/g. Tahap III adalah evaluasi kecernaan nutrien in vivo onggok-terfermentasi (OF) pada ayam broiler. Pengukuran kecernaan nutrien dilakukan dengan teknik OF dilolohkan kepada ayam, kemudian ekskreta dikoleksi selama 48 jam. Hasil menunjukkan bahwa kecernaan nutrien dan energi termetabolis OF lebih tinggi dibandingkan onggok non-fermentasi (ONF). Tahap IV adalah evaluasi penggunaan OF sebagai pengganti sebagian jagung dalam pakan broiler. Pakan kontrol mengandung protein kasar 21,7% dan energi termetabolis 2982 kcal/kg. Substitusi jagung terdiri dari 3 aras (10, 20, dan 30%). Pengamatan dilakukan terhadap kecernaan nutrien pakan dan performan ayam. Hasil enunjukkan bahwa OF dapat digunakan untuk mensubstitusi jagung sampai dengan 30% tanpa mempengaruhi kecernaan nutrien dan performan ayam, sedangkan ONF hanya dapat mensubstitusi jagung sampai dengan 20%.
The objective of the research was to improve nutritive value of cassava bagasse (CB) by fermentation using Trichoderma mutant and to evaluate its usage as broiler feed. The work was carried out in four stages. Experiment I was mutation of Trichoderma PK1J2 by ethyl methane sulfonate and ethidium bromide. One of the mutants produced, named AA1, was resistant to catabolite repression and able to secrete cellulase more than the parent strain. Experiment II was a solid state fermentation of CB. A solid medium was formulated from CB, nitrogen source and minerals, inoculated with Trichoderma AA1 mutant and incubated at room temperature for 6 days. Initial water activity (aw), pH of the medium, and inoculum size for CB fermentation were studied. Fermentation of CB with initial aw of 0.99, initial pH of 5.0, and inoculum size of 107 spore /g gave highest cellulase activity. Experiment III was in vivo nutrients digestibility of fermented CB on broiler roaster. Fermented CB was fed to birds and excretes were collected during 48 hours after feeding, and the nutrients digestibility was determined. Nutrients digestibility and metabolizable ene rgy of fermented CB was better than the unfermented CB. Experiment IV was the use of fermented CB to substitute corn in broiler diet. Broiler diet was formulated at three different level of corn substitution (10, 20, and 30 %), with basal diet of 21.7% crude protein and 2982 kcal/kg ME. Nutrient digestibility of diet and performance of birds were measured. Fermented CB could be used to substitute corn up to 30 % without affecting the nutrients digestibility and performance of the birds, whereas the unfermented CB could be used to substitute corn up to 20 % only.
Kata Kunci : Mutan trichoderma,Fermentasi,Onggok,Pakan broiler, Trichoderma mutant, Fermentation, Cassava bagasse, Feedstuff, Broiler