Analisis produksi dan pemasaran pala di Kabupaten Kaimana
EFARA, Kristian, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU.,M.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisTanaman pala (Myristica fragrans, Hout) merupakan komoditi spesifik unggulan daerah Papua. Selain sebagai komoditi unggulan daerah, pala juga merupakan komoditi ekspor Indonesia. Pendekatan penelitian ini adalah survei untuk memperoleh data primer disamping data sekunder. Tujuan penelitan dalah : (1) mengetahui besarnya produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani pala, (2) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi alokatif usahatani pala, (3) mengetahui saluran dan lembaga pemasaran yang ikut berperan dalam pemasaran usahatani pala, (4) mengukur marjin pemasaran masing-masing lembaga pemasaran, dan (5) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani pala adalah jumlah pohon, tenaga kerja, dan pendidikan. Hasil analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa jumlah pohon dan tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani pala belum efisiensi sehingga penggunaannya perlu ditingkatkan (ki>1). Rantai pemasaran biji pala oleh petani dapat melalui beberapa alternatif, yakni langsung ke pedagang pengumpul (PP), pedagang antar pulau (PAP) dan pedagang besar Surabaya/ PBS (konsumen akhir). Marjin pemasaran yang paling besar adalah pada saluran II (Petani - Pedagang antar Pulau) yakni Rp 10.347,00 per kg dan saluran I ( Petani - Pedagang Pengumpul – Pedagang antar Pulau dan Konsumen akhir) yakni Rp 9.864 per kg. Faktor-faktor yang berpengaruh marjin pemasaran pala adalah produksi biji, harga jual di tingkat pedagang besar dan saluran pemasaran.
Plants Nutmeg is the leading specific commodity areas of Papua. Aside from being a regional commodity, Nutmeg is also an Indonesian export commodity. The approach of this research is the survey to obtain primary data in addition to secondary data. Dalah research objective: (1) knowing the size of production and the factors affecting farm production of Nutmeg, (2) determine the level of input allocative efficiency in the use of Nutmeg farming, (3) know the channel and marketing agency that had a role in the marketing of farm Nutmeg, ( 4) measuring the marketing margin respective marketing agencies, and (5) determine the factors that influence the marketing margin. The results showed that factors affecting farm Nutmeg is the number of trees, labor, and education. Allocative efficiency analysis results show that the number of trees and labor used in farming efficiency Nutmeg yet so its use needs to be improved (ki> 1). Nutmeg marketing chain to farmers through a number of alternatives, ie directly to middlemen (PP), inter-island traders (PAP) and wholesalers Surabaya/PBS (final consumer). The greatest marketing margin is in line II (Farmers - Merchants across the island) at Rp. 10,347.00 per kg and channel I (Farmers - Collectors Traders - Traders inter-island and final consumers) at Rp. 9.864 per kg. Factors that influence the marketing margin is the Nutmeg seed production, selling prices at wholesale level and channel marketing.
Kata Kunci : Produksi, Pemasaran, Pala, Kaimana