Kajian upacara tradisional adat Mane'e sebagai atraksi wisata budaya di Desa Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud
RIUNG, Boki Hebe, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataJudul dari penelitian ini adalah “ Kajian upacara tradisional adat Mane’e sebagai atraksi wisata budaya Desa Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaudâ€. Mane’e merupakan sebuah kekayaan budaya masyarakat Talaud yang sudah sekian lama digelar, bahkan saat ini sudah dijadikan sebagai agenda kegiatan pariwisata, yang seharusnya dapat dikemas untuk pengembangan pariwisata daerah. Atas dasar inilah, maka penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana adat Mane’e yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Kakorotan, menggali potesi yang dimilikinya baik potensi secara fisik maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta mengemasnya untuk menghasilkan sebuah produk wisata yang menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Talaud. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana seluruh proses penelitian hingga perolehan hasil penelitian akan diuraikan secara deskriptif. Analisa data yang dipakai adalah analisa data kualitatif menurut Spradley. Mengacu pada model analisa Spradley, maka proses pengumpulan data baik melalui pengamatan maupun wawancara akan dilakukan secara bergantian dengan proses analisanya, sehingga masalah yang diteliti akan lebih terarah dan terfokus untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat mene’e adalah sebuah kearifan lokal masyarakat Desa kakorotan yang sudah sejak lama digelar dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya, karena proses penangkapan ikan yang memiliki keunikan sangat berbeda dengan daerah lain. Mene’e memiliki nilai keunikan, nilai estetika, nilai spritual, nilai ilmiah. Dalam mengemas mene’e untuk dijadikan sebagai atraksi wisata budaya dapat dilakukan melalui beberapa strategi yaitu dengan melakukan analisis SWOT dan upaya-upaya pembenahan dari berbagai segi antara lain yaitu : akses dan infrastruktur , pengembangan market, SDM, manajemen atraksi, dukungan kelembagaan, peran serta masyarakat, sehingga dapat menghasilkan sebuah kemasan budaya yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Talaud.
Cultural Tourism Attraction of Kakorotan village, Talaud Islands regency.†The Mane’e is a cultural wealth of Talaud community that has been held since long time ago. Today, it has even been set as a tourism agenda. As a cultural wealth, the Mane’e can be developed more as a local tourism. This research was conducted based form this point of view, which is aimed to know how the people in Kakorotan village held the Mane’e, to explore the potential of this ceremony either physically or the meaning values, and then it can be repacked to pull tourists to visit the village. Method using in this research is qualitative method, that is, all of research process, from the field research to results, will be described descriptively. Data analysis used is Spradley’s qualitative data analysis. According to the Spradley’s model, data collection, which is gathered by using observation and interview, was conducted alternate with the analysis process so that the research will be directed and focused to the answer problems. Research results show that the Mane’e is a local wisdom belonging by Kakorotan community that has been held since long time ago. The local wisdom is potential to be developed as a cultural tourism attraction because the fishing process is unique and very different from that one having by other community. The Mane’e has unique, aesthetic, spiritual, and scientific values. In order to create the Mane’e as cultural tourism attraction, it can be done by implementing SWOT analysis in and reordering in various aspects so the tourists interest to visit to Talaud Islands regency. That various aspects are: access and infrastructure, Human Resources, attraction management, organizational supports, community participation.
Kata Kunci : Ritual adat Mane'e,Atraksi wisata budaya, Mane’e traditional ritual, cultural tourism attraction