Gula darah tidak terkontrol sebagai faktor risiko nyeri neuropati diabetika pada penderita DM Tipe 2
MARYANTO, Dedy, Prof. dr. KRT. Lucas Meliala, Sp.KJ, Sp.S(K)
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikNeuropati diabetika didefinisikan sebagai adanya gejala-gejala dan atau tanda-tanda disfungsi saraf perifer pada orang dengan diabetes setelah penyebab lain disingkirkan. Nyeri neuropati diabetika merupakan nyeri neuropatik ditemukan pada 32,1% pasien neuropati diabetika dengan DM Tipe 2. Hiperglikemia berhubungan kuat dengan perkembangan dan progresivitas dari semua neuropati termasuk nyeri neuropati diabetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gula darah tidak terkontrol sebagai faktor risiko nyeri neuropati diabetika pada penderita DM tipe 2 dengan menghitung Odds Ratio (OR). Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol yang dipadankan. Kasus adalah penderita DM tipe 2 dengan nyeri neuropati diabetika, sedangkan kontrol adalah penderita DM tipe 2 tanpa nyeri neuropati baik rawat inap maupun rawat jalan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik neurologi, pencatatan hasil laboratorium serta pemeriksaan nyeri neuropati diabetika menggunakan skala LANSS. Seratus delapan pasien DM Tipe 2 berperan dalam penelitian ini, 54 kasus dengan nyeri neuropati diabetika dan 54 kontrol tanpa nyeri neuropati diabetika. Hasil analisis univariat, faktor risiko yang bermakna secara statistik meningkatkan kejadian nyeri neuropati diabetika adalah gula darah tidak terkontrol (OR: 2.857; 95%CI:1.272- 6.418; p=0.01) dan hipertrigliserida (OR: 2.408; 95%CI: 1.038-5.576; p=0,038). Hasil analisis multivariat didapatkan hasil bahwa gula darah tidak terkontrol merupakan faktor risiko independent penting untuk terjadinya nyeri neuropati diabetika (OR: 2.616; 95%CI: 1.148-5.957; p=0.022). Gula darah tidak terkontrol merupakan faktor risiko terjadinya nyeri neuropati diabetika pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Didapatkan hubungan yang signifikan antara gula darah tidak terkontrol dengan terjadinya nyeri neuropati diabetika.
Diabetic neuropathy is defined as the presence of symptoms and/or signs of peripheral nerve dysfunction in people with diabetes after the exclusion of other causes. Painful diabetic neuropathy is a neuropathic pain that present in 32,1% diabetic neuropathy patients with type 2 diabetes mellitus. Hyperglycemia is highly correlated with the development and progression of all neuropathies, including Painful Diabetic Neuropathy. The aim of this study was to know uncontrolled blood glucose as a risc factor for painful diabetic neuropathy in type 2 diabetes mellitus with to count Odds Ratio (OR). Method: the study was design as a matched case-control study. Cases are type 2 DM patients with painful diabetic neuropathy, meanwhile the controls are type 2 Dm patients with non neuropathic pain, admitted in Dr. Sardjito hospital, Yogyakarta. The patients were then assessed with anamnesis, neurology physical examination, laboratory results and assessed painful diabetic neuropathy with LANSS scale. Each case and control has 54 subjects. Univariat analysis result, statistically significant risc factors increase painful diabetic neuropathy are uncontrolled blood glucose (OR: 2.857; 95%CI:1.272-6.418; p=0.01) and hypertrigliseride (OR: 2.408; 95%CI: 1.038-5.576; p=0,038). Multivariat analysis result is obtained that uncontrolled blood glucose is the important independent risc factor to painful diabetic neuropathy (OR: 2.616; 95%CI: 1.148-5.957; p=0.022). Uncontrolled blood glucose is a risc factor for painful diabetic neuropathy in type 2 diabetes mellitus patients. There is a significant association betwen uncontrolled blood glucose and the occurence of painful diabetic neuropathy.
Kata Kunci : Gula darah tidak terkontrol,DM tipe 2,Nyeri neuropati diabetika,Kasus kontrol,uncontrolled blood glucose,type 2 DM,painful diabetic neuropathy,casecontrol study