Efektivitas program pemberdayaan ekonomi dalam meningkatkan kondisi ekonomi kaum perempuan miskin :: Studi kasus Unit Pelaksana Teknis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota Cilegon
MAULANA, Delly, Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP
2009 | Tesis | S2 Administrasi NegaraSebagian kaum perempuan di Indonesia masih terkungkung dalam posisi yang tidak berdaya. Kondisi tersebut menyebabkan kaum perempuan mencari alternatif pekerjaan yang bersifat informal. Usaha mikro merupakan alternatif pekerjaan yang dipilih oleh kaum perempuan, namun kondisi tersebut tidak dikuti oleh keterbukaan akses, baik akses permodalan, pemasaran, dan sumber daya. Kota Cilegon dijadikan lokus dalam penelitian ini karena Kota Cilegon merupakan daerah yang mempunyai tingkat pendapatan domestik regional bruto yang tinggi, tetapi kondisi tersebut bertolak belakang dengan tingkat kemiskinan yang ada di Kota Cilegon, terutama kemiskinan pada kaum perempuan. Adanya upaya Pemerintah Daerah Kota Cilegon dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon dengan cara memberikan akses permodalan serta peningkatan kemampuan wirausaha kepada masyarakat miskin, pengangguran, dan usaha mikro merupakan program yang menarik untuk dikaji tingkat efektivitasnya. Penelitian ini mencoba mengurai tingkat efektivitas Unit Pelakasana Teknis Pemberdayaan Ekonomi (UPT PEM) Kota Cilegon dalam melakukan pola pemberdayaan ekonomi kepada mitra binaan, terutama mitra binaan kaum perempuan serta melihat dampak dari program ini terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mitra binaan dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, sedangkan metode evaluasi program menggunakan single after only dan single before–after. Teknik pengumpulan data menggunakan empat cara, yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon masih menyisakan banyak permasalahan, yang pertama tingkat kecepatan pencairan pinjaman yang lambat, yang kedua tingkat kemacetan yang besar, yang ketiga tingkat perkembangan usaha yang tetap, yang kempat tingkat intensitas pemagangan, pendampingan, dan konsultasi yang rendah sehingga kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat kemampuan dan pengetahuan mitra binaan. Sementara itu, program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh UPT PEM Kota Cilegon tidak terlalu signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan perubahan kesejahteraan rumah tangga mitra binaan. Untuk mengefektifkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Cilegon maka rekomendasi yang diajukan adalah : pertama, meningkatkan intensitas pendampingan dan pemagangan, kedua, menciptakan pelayanan yang berkualitas, yakni cepat dan tidak berbelit-belit, ketiga, meningkatkan intensitas sosialisasi melalui audensi, media (elektronik dan cetak), serta penyuluhan.
Almost women in Indonesia have been under pressing over a barrel conditions which pressure them to look for the alternative way for informal job. Therefore, they choose micro business as an alternative job, but that micro business have not been followed by access openness like well access to capital, marketing, and resources. In autonomy era economic empowerment program is delegated to local region and Cilegon has chosen as a locus on its research. Cilegon is a region with very high gross regional domestic income, but it leaves behind by level of poverty on this region, particularly poverty on women. The effort of Cilegon Local Government in order to reduce poverty through economic empowering program that done by Economic Empowerment Technical Executor Unit (UPT PEM) of Cilegon by giving an access to capital and increasing entrepreneurship ability to indigent society, unemployment, and micro business. It is an interesting program to be assessed on its degree of effectiveness. This research tries to analyze the effectiveness degree of Economic Empowerment Technical Executor (UPT PEM) of Cilegon in doing economic empowerment pattern to its partner, particularly women, and to observe the impacts of this program to revenue enhancement and partner welfare by descriptive quantitative and qualitative method, whereas single program after only and single program before – after method is used to evaluate the program. Interview, questionnaire, observation, and documentation were used to collect data. The research result figures that economic empowerment pattern that done by UPT PEM of Cilegon has a lot of problem leave behind. First, loan service is still not responsive. Second, trouble debt level is still high. Third, business development degree is stagnant. Fourth, the intensity of training, consulting and tutorial are in a low level, those conditions will influence the ability and knowledge of the partner. In despite of the problem in economic empowering pattern that done by Technical Executor Unit Economic Empowerment (UPT PEM) of Cilegon, this program influence the revenue enhancement and social welfare of partner (although not very tangible). To streamline society economic empowerment program at Cilegon therefore recommendation which is proposed are: First, increasing tutorial intensity and training. Second, creating qualified service which fast and not twisty. Third, increasing socialization intensity via audience, media (electronics and print), and counseling.
Kata Kunci : Kaum perempuan,Program pemberdayaan ekonomi,Tingkat efektivitas program,Women, Economic Empowerment Program, Program Effectivity