Pembangunan postur TNI dihadapkan pada kemampuan keuangan negara
HARSONO, Timotius D, Prof. dr. Makmuri Muchlas, Ph.D., Sp.Kj
2009 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pembangunan postur TNI dapat diwujudkan, khususnya bila dihadapkan pada kemampuan keuangan negara (2009-2020). Penelitian ini dilakukan di Jakarta berdasarkan studi kepustakaan dan dengan metode deskriptif dan komparatif yang menekankan pada upaya analisis dan interpretasi data dan informasi yang dikumpulkan secara kualitatif. Cakupan penelitian ini bersifat nasional yang terkait dengan berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pembangunan postur TNI dan keuangan negara, serta persepsi ancaman dalam konteks pertahanan negara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tabulasi dan studi kepustakaan. Data dan informasi dikumpulkan dalam bentuk pernyataan, catatan dan tulisan yang dapat dianggap sebagai representasi dari peraturan perundangan, pelaksanaan kebijakan institusi yang terkait dengan pembangunan postur TNI. Kemudian data diolah dan dianalisis secara kualitatif. Pembangunan postur TNI sebagai komponen utama dalam sistem pertahanan negara mencakup pengertian pembangunan kekuatan dan kemampuan serta penggelaran kekuatan. Upaya ini membutuhkan dukungan pembiayaan negara yang cukup besar agar TNI mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai alat pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keselamatan bangsa serta keutuhan wilayah NKRI. Sistem pertahanan negara berkaitan erat dengan masalah-masalah politik, militer, ekonomi, dan sosial budaya, oleh karenanya penelitian ini juga menggunakan perspektif ilmu politik, ekonomi dan militer yang lebih menekankan pada bidang studi Manajemen Pertahanan dan Ekonomi Pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan postur TNI selama ini belum didukung dengan anggaran negara yang memadai untuk menghadapi ancaman. Sebagai akibat dari rendahnya dukungan anggaran tersebut, maka proses pembangunan selama ini belum menghasilkan postur TNI yang dapat berfungsi secara optimal. Hal ini telah membuka peluang bagi sering terjadinya pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah Republik Indonesia dan terjadinya kegiatan illegal logging dan illegal fishing, serta kejahatan lintas negara (Trans National Crimes) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Potensi timbulnya konflik perbatasan dan meningkatnya potensi ancaman baru (new threats) juga membutuhkan suatu persiapan khusus guna menghadapi resiko ataupun kemungkinan terburuk. Dapat disimpulkan bahwa dukungan anggaran negara yang memadai mutlak diperlukan untuk membangun postur TNI secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan demikian, TNI akan mampu berfungsi secara efektif dan efisien sebagai komponen utama dalam sistem pertahanan negara guna melindungi sumber kekayaan alam, menjaga keselamatan bangsa, integritas wilayah dan menegakan kedaulatan NKRI.
This research was conducted to find out the extent to which the development of Indonesian military posture can be realized in conjunction with the prospect of state financial capability (2009-2020). This research is done in Jakarta based on literature study with descriptive and comparative approaches emphasizing on the qualitative analysis and interpretation of data and information collected selectively. The scope of this research is national, covering policies, regulations, its current execution of the development of Indonesian military posture and state financial capability, and the perception of threats in the context of state defense. The data collection is done through observation, tabulation and literature study. Data and Information are collected in the form of statements, notes and text that can be considered as the representation of the regulation, the implementation of laws and policies of several government institutional related to the development of Indonesian military posture. Then, the data and information are analyzed qualitatively. The development of Indonesian military posture includes the development of military force, its capability and the deployment of forces require a large amount of state financial support to enable TNI to carry out its tasks and functions to uphold the state sovereignty, to maintain national security and the integrity of NKRI. Defense system are closely related with political, military and economy issues, therefore, so this research also uses the perspective of several fields of science, such as political, economic and military which give more emphasis on Defense Management and Economics Study. The result of this research shows that the current development of Indonesian military posture is not adequately supported with the state budget to face threats and potential threats. As a result of limited state financial capability, the Indonesian armed forces (TNI) have not been able to function as expected. This situation has opened the opportunities for the occurrence of violations of the state sovereignty and the occurrence of illegal logging and illegal fishing, and trans-national crimes in the territory of the Republic of Indonesia (NKRI). It can be concluded that the availability of adequate state budget is absolutely needed to sustainably develop the posture of TNI. Having supported by sufficient state budget, TNI will be able to function as the main component of the Indonesian defense system to protect the state natural resources, to maintain the integrity of NKRI territory and its sovereignty.
Kata Kunci : Pembangunan postur TNI,Sistem pertahanan negara,Kemampuan keuangan negara, Development of Indonesian military posture, state defense system, state financial capability