Analisis lingkungan eksternal dan internal untuk rencana pengembangan trauma center sebagai program unggulan Rumah Sakit Umum Negara
ARISANTHA, I Gusti Agung Putu, Drs. Agastya, MBA., MPM
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pasien cedera multiple merupakan pasien terbanyak masuk melalui IRD RSU Negara, 44,2% pada tahun 2006 dan 44,8% pada tahun 2007, dari seluruh kasus sepuluh besar penyakit yang masuk ke IRD. Cedera intrakranial penyebab kematian tertinggi yaitu 30,6% pada tahun 2006 dan urutan kedua pada tahun 2007, yaitu 16,3% dari seluruh penyebab kematian di RSU Negara. Penyebab utama kasus cedera karena kecelakaan lalu lintas. Kasus-kasus cedera berat yang dirujuk menghabiskan biaya yang banyak. Hal diatas menimbulkan keinginan pihak manajemen RSU Negara untuk mengembangkan program unggulan dalam hal penanganan trauma, dan diwujudkan dengan dibentuknya sebuah Trauma Center . Tujuan: 1) Mengidentifikasi serta menganalisa kekuatan dan kelemahan internal yang berperan terhadap rencana pengembangan Trauma Center, 2) Mengidentifikasi serta menganalisa peluang dan ancaman eksternal yang berperan pada rencana pengembangan Trauma Center. 3) Menyusun rumusan pilihan strategi untuk pengembangan Trauma Center di RSU Negara. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan eksploratif, instrumen penelitian: wawancara mendalam, observasi,studi dokumentasi. Cara pengambilan responden sejumlah 13 orang dengan purposive sampling. Analisa data secara kualitatif dan Analisa SWOT. Hasil penelitian: Faktor eksternal memiliki peluang: kondisi jalan pada beberapa daerah rawan kecelakaan, akses mudah ke RSU Negara, jarak yang jauh dari Trauma Center Denpasar, lalulintas dengan banyak kendaraan bermotor, dukungan stakeholder eksternal dan lokasi Trauma Center cukup strategis. Ancaman: kepadatan penduduk rendah mempengaruhi angka kejadian sakit. Faktor internal, memiliki kekuatan: pelayanan yang baik, koordinasi pimpinan-staf baik, motivasi kerja staf cukup baik, sistem keuangan terkomputerisasi, dukungan stakeholder internal, kesiapan beberapa dokter ahli dan ambulance. Kelemahan diantaranya: belum semua satpam mendapat pelatihan memobilisasi pasien trauma, kekurangan tenaga registrasi, kekurangan tenaga kesehatan mempengaruhi kecepatan penanganan pasien dan prinsip keselamatan pasien, protap yang jarang di up-date mempengaruhi penatalaksanaan pasien, beberapa tenaga kesehatan belum pernah mendapat pelatihan dan pendidikan yang berhubungan dengan penanganan trauma, perlu penambahan alat-alat kesehatan, kekurangan tenaga berbasis pendidikan akuntansi. Kesimpulan: Berdasarkan analisis SWOT maka RSU Negara memiliki peluang dan potensi yang besar untuk mengembangkan fasilitas pelayanan Trauma Center, dan berdasarkan isu-isu pengembangan maka strategi yang paling rasional adalah strategi yang mencerminkan pertumbuhan, strategi fokus, sedangkan untuk strategi fungsional perlu memaksimalkan SDM dan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan Trauma Center.
Background: Patients with multiple injuries form of most patient admited through Emergency Care Unit in Negara General Hospital, 44.2% in 2006 and 44.6% in 2007, from all of ten major disease which enter to Emergency Care Unit. Intracranial injury form of major cause, that was 30.6% in 2006 and as second cause in 2007, that was 16.3% from all mortality cause in Negara General Hospital. The primary cause of injury was traffict accident. The referred heavy injury had consume much cost. Concern of that cost had encourage the management of Negara General Hospital to developing an excellent program in treating trauma, and be implemented by establishing a Trauma Center. Objectives: 1) to identify and analyze the internal strength and weakness had role in developing a Trauma Center in Negara General Hospital, 2) to identify and analyze the external opportunity and threat had role in developing a Trauma Center in Negara General Hospital, 3) to compose a formulation of strategy option in developing a Trauma Center in Negara General Hospital. Methods: The research used qualitative design with explorative approach. The research instrument was; in depth interview, observation, documentation study. The sample was 13 persons, done by purposive sampling. Data analysis by qualitative analysis and SWOT analysis. Results: The external factors provide an opportunity: condition of the road in few accident prone region, easy access to Negara General Hospital, the far of distant from Trauma Center at Denpasar, the traffict with much motorcycle, the support from external stakeholder and the location of Trauma Center rather strategic. The threat: the low of population density would influence the illness rate. From internal factor, the strength: good service, good coordination between leader and staff, good staff work motivation, computerize accounting system, stakeholder internal support, some specialist physician and ambulance ready. The weakness among others was: that was not all of security staff get training in trauma patient mobilization, less in registration staff, health staff deficient had influence the speed of patient treatment and patient safety, protap that seldom be update had influence service for patient, some of health staff not received yet training and education correlated to trauma treatment, its need to add medical equipment, less staff with accounting education base. Conclusions: Based on SWOT analysis, Negara General Hospital had opportunity and great potency to developing a Trauma Center service and based on development issues, thus the most rational strategy was the strategy that reflected a growth, focus strategy, while for fungtional strategy its need to maximize the human resources and equipment to develop Trauma Center.
Kata Kunci : Analisis lingkungan,Eksternal dan internal,Rencana pengembangan,Trauma center, Analysis of external and internal environment, development planning, Trauma Center, Strategy