Laporkan Masalah

Resiliensi pada paraplegia (Spinal cord injury)

AFLAHANI, Ari Purnomo Endah, M. Noor Rachman Hadjam Prof., Dr

2008 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi penca Paraplegia dalam menghadapi perubahan hidup yang tidak diinginkannya ketika berbenturan dengan realitas kehidupan yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dipilih menggunakan snowball sampling dengan 5 subjek penelitian dan tiga signifikan person. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan cacatan lapangan. Teknik yang digunakan untuk mengetahui keabsahan data adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) resiliensi pada penca Paraplegia berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Proses yang menyebabkan terjadinya Paraplegia, faktor dalam diri penca Paraplegia, bantuan dan dukungan yang diperoleh turut mempengaruhi kemampuan resiliensi penca Paraplegia. Namun ada satu alasan yang sangat mempengaruhi resiliensi pada penca Paraplegia yaitu rasa bertanggung jawab atas diri orang lain. Hal inilah yang menjadi stimulus utama penca Paraplegia untuk bangkit dari peristiwa ekstrim yang dialaminya. (2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi relisiliensi pada penca Paraplegia, hal ini dibedakan menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi dukungan sosial (keluarga, rekan kerja, LSM dan teman senasib), perawatan medis dan psikologis, serta rehabilitasi yang diperoleh. Faktor internal meliputi rasa optimisme, penerimaan diri, agama, konsep diri dan self-efficacy. Namun meskipun faktor eksternal turut mempengaruhi resiliensi, faktor internal dari diri penca Paraplegialah yang memegang peranan penting, meskipun pada kedua faktor tersebut harus berjalan seiring. (3) Dukungan sosial selain dapat meningkatkan resiliensi, juga dapat menjadi penghambat penca Paraplegia dalam hal kemandirian. (4) Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perbedaan gender tidak menghalangi penca Paraplegia untuk mempunyai resiliensi.

This research aimed to know how resiliency in Paraplegia when the Paraplegic faced life changes that never been expected in their interaction with the real life in their community. This research is qualitative research using case study approach. The research subjects were selected by using snowball sampling with five research subjects and three significant persons. The data collection techniques were indepth interview and field note. To get the validity of this research, the researcher applied triangulation. The Results of the research shows that (1) resiliency on Paraplegic is different of each other. The etiology process of Paraplegia, inner Paraplegic factors, help and support for Paraplegic affect the resiliency of Paraplegic. There is one reason affecting more in resiliency on Paraplegic. That is responsibility toward the other. This is the main stimulus for Paraplegic to rise from stressful event. (2) There are some factors affecting Paraplegic resiliency. Those are external factors and internal factors. The external factors are social supports (from family member, the collegians, non government organization, and the other Paraplegics), medical and psychological care, and rehabilitation. The internal factors are optimism, self-acceptance, religion, self-concept and self-efficacy. Although the external factors affect the resilience, the internal factors more affected one in Paraplegic, but both of them must exist together. (3) The social supports can improve the resiliency but it can be an obstacle for Paraplegic to be independent person. (4) This research shows that gender difference is not the obstacle to have resiliency on Paraplegic.

Kata Kunci : Resiliensi,Paraplegia,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.