Pengaruh pelatihan contructive feedback terhadap keterampilan klinik dan kualitas feedback
SANYOTO, Didik Dwi, dr. Efrayim Suryadi, SU, MHPE
2008 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan KedokteranLatar Belakang Interaksi pengajar dengan mahasiswa dalam pengajaran keterampilan perlu mendapat perhatian khususnya pemberian feedback. Meskipun feedback merupakan langkah kunci dalam acquisition keterampilan klinik, dosen sering lalai memberikan feedback dalam pelatihan. Kekurangan atau ketiadaan feedback yang mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan instruktur dalam memberikan feedback dapat mempengaruhi kualitas lulusan dari program pelatihan tersebut. Oleh karena itu, agar bermanfaat, feedback sebaiknya bersifat konstruktif. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan constructive feedback pada instruktur terhadap nilai keterampilan medik dan persepsi mahasiswa pada kualitas feedback yang diberikan pada kegiatan pelatihan skill lab mahasiswa tahun ke-2. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only control design. Kelompok eksperimen adalah instruktur yang sudah mendapatkan pelatihan constructive feedback, dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu instruktur yang belum mendapatkan pelatihan tersebut. Performa kedua kelompok setelah menjalankan pelatihan skill lab dites dengan OSCE, sedangkan persepsi mahasiswa terhadap pemberian feedback dari instruktur dilakukan dengan pengisian kuesioner dengan menggunakan 5 poin skala Likert. Data yang diperoleh dari nilai OSCE kemudian diuji dengan student’ t test sedangkan data dari hasil kuesioner diuji dengan uji beda median (Mann-Whitney) dengan tingkat kemaknaan masing-masing 95%. Hasil Hasil perbandingan nilai rata-rata OSCE kelompok perlakuan terhadap kelompok kontrol tidak berbeda bermakna (p=0,43), sedangkan skor ratarata persepsi terhadap kualitas feedback antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol berbeda bermakna (p=0,000). Hasil observasi performa ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu disebabkan ujian yang dilakukan hanya terfokus pada topik tertentu, tingkat kesulitan ujian yang rendah (interferensi rendah), jarak antara pelatihan dengan ujian yang terlalu dekat serta pemberian feedback yang tidak efektif pada keterampilan yang sederhana. Peningkatan aspek kualitas feedback yang ditunjukkan oleh kelompok perlakuan menggambarkan pelatihan sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan instruktur dalam memberikan feedback. Kesimpulan Pemberian constructive feedback pada mahasiswa selama kegiatan pelatihan keterampilan klinik dapat meningkatkan nilai OSCE secara tidak bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Meskipun demikian, persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa kualitas feedback lebih tinggi pada kelompok yang diberi constructive feedback
Background: Teacher and student interaction in the skill training is important, especially in giving feedback. Although feedback is a key step in clinical skill acquisition, giving feedback in a training session is often neglected by the teacher. The lack of feedback, probably caused by instructor incompetence in giving feedback, and this may affect the quality of graduates. Objective: The objective of the study was to find out the effect of constructive feedback training of instructors on second year medical students clinical skill score and student perception on the quality of feedback given in skills training. Methods: It was an experimental study with posttest only control group design. The treatment group consisted of instructors who had been included in constructive feedback training, while the control group consisted of instructors who had not included in the training. The performance of students was measured with OSCE, while the student perception on instructor’s feedback was measured by a questionnaire with 5-point Likert scale. Data acquired from OSCE were analyzed with student’s t test, and the data from questionnaire were analyzed with Mann- Whitney test, with significance level of 95%. Results: The OSCE average score in treatment group was higher but not significantly different from that in the control group (p = 0.43). Average scores of student perception on the quality of feedback in the treatment group was significantly higher (p = 0.00) than in the control group. The result of this performance observation was not consistent with previous studies, which can be caused by the test given to students was focused on a certain topic, low difficulty level of the test (low interference), short interval between training and clinical skill test, and ineffective feedback on a simple skill training. However, increasing feedback quality showed by the treatment group had proven that constructive feedback training had a benefit in increasing the skill and knowledge of the instructors. Conclusions: Constructive feedback given to students during clinical skill training could increase the student OSCE score, although the difference with the control group was not significant. Nevertheless, student perception showed that the quality of feedback in instructors who had been included in constructive feedback training was significantly higher than the control group.
Kata Kunci : Feedback,OSCE,Persepsi mahasiswa, feedback, OSCE, student perception