Analisis dan pengukuran pemborosan di tempat kerja :: Studi pada Pradan Furniture Solo
YUSEFA, Eva, Wakhid Slamet Ciptono, Drs., MBA., MPM
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenPemborosan merupakan aktivitas yang tidak menambah nilai akhir suatu produk atau jasa. Suatu hal yang rasional apabila suatu industri meningkatkan produktivitasnya dengan merampingkan proses operasi yang berada didalamnya dengan mengurangi pemborosan yang terjadi, oleh sebab itu dilakukan pengidentifikasian pemborosan yang terjadi dengan pengukuran melalui konsep tujuh pemborosan yaitu pemborosan dalam kelebihan produksi (overproducing), persediaan (inventory), proses (process), transportasi (transportation), waktu tunggu (time waiting), gerakan kerja(motion), dan produk cacat(product defect). Ketujuh pemborosan tersebut diidentifikasi apakah mempunyai hubungan satu dengan yang lainny untuk dapat mengidentifikasi pemborosan yang terjadi. Pendekatan metodologi penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi ketujuh hubungan pemborosan (overproducing, processing, inventory, transporting, producing, defects, time waiting, motion) kedalam sebuah matrik yang dinamakan matrik hubungan pemborosan (waste relationship matrix). Model matrik hubungan pemborosan ini dikembangkan untuk mengukur kedalam persentase antara pemborosan dan memperlihatkan kemungkinan sebuah pemborosan akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang lain. Pengukuran selanjutnya dengan melakukan interview pada manajer operasional untuk mengalokasikan sumber pemborosan dan menunjukkan tingkat pemborosan yang terjadi pada perusahaan furnitur. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa pembangunan model berperan sebagai petunjuk dalam menyederhanakan masalah pemborosan, dan mengidentifikasi kesempatan mengurangi pemborosan. Studi pada perusahaan pradan furnitur dipilih untuk menguji validitas model dan hasil dari penilaian dan juga kenyataan situasi yang terjadi.
Job waste is non value added activities within production process. It is a rational for an industry to increase productivity by slight down its operation process with so much waste job in it. Hence waste job identification is necessary by doing waste assessment using Seven Job Waste model concept. It includes overproducing, inventory, process, transportation, waiting time, motion, and defect product. Thus seven job wastes are identified whether they connected each others. It also hoped to identify waste job occurred. Research methodology used to identify the relation of seven job waste (includes overproducing, inventory, process, transportation, waiting time, motion, and defect product) is waste relationship matrix. This model is developed to measure relation among job wastes in percentage and also to show job waste possibility which may deliver cause effect relation each others. Other measurement is also done by interview operational manager to allocate job waste source and to show its level of occurrence within Furniture Company. Research results that model is developed as guidelines to simplify job waste problem, and identify opportunities of waste job elimination. Research on Furniture Company validated the model, assessment result, and situation occurred
Kata Kunci : Tujuh pemborosan,Just in time,Pengurangan pemborosan, seven job wastes, just in time, and job waste elimination