Jagung dalam mitos selu cherokee dan laspadi Gorontalo :: Sebuah studi komparatif
SYAIFUDDIN S, M, Prof. Dr. Djuhertati Imam Muhni, M.A
2008 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaMitos mempunyai peranan besar dalam pembentukan karakter sebuah msayarakat. Mitos sering juga menjadi rangkuman sejarah masyarakat di masa lampau. Sejarah tersebut dikemas agar nilai-nilau luhur nenek moyang suatu masyarakat tetap terjaga. Oleh karena itu dalam setiap negara sering ditemukan berbagai kemiripan, baik tema atau beberapa unsur dalam setiap mitosnya, meskipun terpisah antara jarak dan rentang waktu yang begitu jauh dan lama. Seperti halnya mitos asal-usul jagung yang dimiliki suku Cherokee “Selu†di Amerika dan mitos asal-usul jagung yang dimiliki suku Hulondhalo “Laspadi†di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap tentang adanya fenomena tertentu di balik mitos sebagai dasar pengetahuan kenapa mitos dengan tema tertentu dimunculkan dalam sebuah kelompok masyarakat. Selanjutnya penelitian ini juga berusaha menguak makna-makna dibalik mitos tersebut sebagai pengetahuan atas karakter dan pola hidup masyarakat empunya mitos. Fungsi mitos juga akan dikuak sebagai pengetahuan atas alasan mengapa masyarakat mengkonstruksi mitos-mitos tersebut. Studi ini dilakukan dengan memakai dua jalan, yakni studi pustaka untuk mengkaji mitos Selu dan Studi lapangan untuk mengkaji mitos Laspadi. Pendekatan utama yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner yang telah menjadi karakteristik Pengkajian Amerika. Pendekatan tersebut diantaranya sosial, sejarah, sastra, dan antropologi yang pada akhrinya dipertajam oleh beberapa paduan teori interpretasi mitos seperti strukturalisme, semiotika, dan fungsionalisme yang pada awalnya berdasarkan atas pendekatan Robert F. Berkhofer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos asal-usul jagung pada Selu dan Laspadi menggambarkan bahwa jagung identik dengan feminitas tugas seorang wanita sehingga sifat jagung cenderung menjadi feminin. Selain itu kedua mitos juga menampakkan unsur sejarah kehidupan mereka seperti sejarah permainan, dan penyebaran jagung yang ada dalam mitos Selu serta sejarah pembukaan lahan yang berada pada mitos Laspadi. Dinamisasi serta keseimbangan dalam konsep hidup juga secara kompak ditampakkan kedua mitos. Keduanya menyetujui bahwa meskipun latar belakang bentuk kekeluargaan mereka patrilineal dan matrilineal, tetapi mereka melakukan tugas berdasarkan asas keseimbangan bersama. Ritual-ritual juga ditampakkan oleh kedua mitos, tetapi mitos Selu tampak lebih kental nuasa ritualnya. Latar belakang terkonstruksinya mitos juga mempunyai alasan yang berbeda. Jika selu terbentuk secara umum untuk merekam karakter ke-Dewian Selu serta kekuatan figur wanita di mata Cherokee, maka terkonsruksinya mitos Laspadi mempunyai alasan lain, yakni mensugesti masyarakat untuk menanam jagung demi keselamatan pangan mereka.
Myth has a significant role to shape the character of society. Myth also frequently becomes summary of human history in the past. That history was packed to save the values of ancestor. It is often experienced in some myths of different nation consist of certain similarity whether about the theme or other aspect inside of myth, though they are separated by space and the length of time. Like in myth about the origin of corn created by Cherokee society “Selu†in America and myth created by Hulondhalo society “Laspadi†in Indonesia. This research is conducted to reveal the existence of phenomena behind myths as basic knowledge of the reason why myth in certain theme was emerged in certain society. Furthermore, this research is also to reveal meanings behind the myth as the knowledge to know the character and life style of its society. The function of myth is also revealed as a reason to know why the myth was constructed. This research is conducted using two ways. It is library research to study Selu myth and field research to study Laspadi myth. The main approach of this research is interdisciplinary approach, as the characteristic of American Studies. Those approaches are; social, history, literature, and anthropology, which finally intensified by some combined theories of interpretation, such as; structuralism, semiotic, and functionalism. The using of combined theories ere conducted as the application of contextualization approach introduced by R. F. Berkhofer in American Studies perspective. The result of research shows that myth of origin of corn both in Selu and Laspadi portrays that corn is identically deals to the duties of women. Therefore, the characteristic of corn in both myths tend to be feminine. The aspects of history of game and the spread of corn are portrayed in Selu, and the history of field opening is shown by Laspadi. The dynamic and balance of life are cohesively portrayed by both myths though their kinship system is different. Both myths agree that even though in patriarchal or matriarchal society, they do the duties of life in balance ways. Some rituals are also portrayed through both myths. But Selu has stronger ways in explaining ritual. Both Cherokee and Hulondhalo also have different reason in constructing their myth. Selu was constructed to record the Goddess character and the strength of women in Cherokees ayes and Laspadi is constructed to persuade society to plant corn.
Kata Kunci : Jagung,Selu cherokee,Laspadi,Mitos