Konflik Poso dan implikasinya terhadap interaksi sosial budaya pasca konflik :: Uji kaji ketahanan wilayah Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah
BRUAHARJA, Isman, Prof. DR. Kodiran, MA
2008 | Tesis | S2 Studi Ketahanan NasionalPeristiwa berdarah dalam bentuk konflik horizontal yang terjadi dalam masyarakat Kabupaten Poso antara tahun 1998 – 2000 telah menimbulkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik dan pertahanan keamanan. Harta benda lenyap bahkan nyawapun melayang. Inilah salah satu gambaran hasil penelitian yang dikaji dan dianalisis melalui metode-metode penelitian yang akurat dan pembahasan yang memadai. Secara umum hasil penelitian ini, merupakan sebuah keterpaduan antara tinjauan, kajian, analisis dan pemaparan terhadap dua persoalan pokok yang mengemuka dalam rumusan permasalahan. Dua persoalan pokok di maksud adalah mendeskripsikan dan memaparkan kehidupan sosial masyarakat Islam dengan masyarakat Kristen pasca konflik serta Implikasi konflik terhadap Ketahanan Wilayah Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah. Untuk mencapai hasil analisis yang demikian, penelitian ini di tempuh melalui metode penelitian deskripsi kualitatif dengan mengandalkan data primer dan sekunder yang di peroleh secara langsung di lapangan maupun melalui kajian data kepustakaan. Data primer dan sekunder tersebut kemudian di padukan dalam satu kajian dan analisis yang akurat dan memadai guna menjawab pokok persoalan penelitian, sehingga arah dan tujuan penelitian merupakan rangkaian yang selaras antara awal pembahasan hingga penyajian hasil penelitian melalui satu kesimpulan yang padu. Hasil penelitian ini merangkum dua persoalan pokok yaitu ; Pertama, terdapat perbedaaan yang berarti antara kehidupan sosial masyarakat Islam dengan masyarakat Kristen sebelum dan sesudah konflik. Kedua, membaiknya kondisi ketahanan wilayah Kabupaten Poso di pasca konflik.
The horizontal conflict developing into bloodshed which lasted in Poso District from 1998 until 2000 caused much damage and loss in social, economic, cultural, political life as well as the security and resilience of the region. People were killed and property was destroyed. Such a condition is studied and analyzed using accurate methods and presented in adequate discussion in the research. The research at large incorporates a review, study, analysis, and exposition of two issues formulated in the scope of problem. It describes and elaborates on the two aforementioned issues, i.e. the social life of the Muslim community and the Christian community after the conflict and the implications of the conflict for the regional resilience of Poso District Central Sulawesi Province. To achieve its objectives, the research employs qualitative descriptive research method in analyzing the primary and secondary data obtained from field and desk researches. The primary and secondary data are later incorporated into an accurate and adequate study and analysis in order to find answers to the problems at issue. Therefore, the research direction and objectives are coherent from the beginning of the research to the presentation of research results leading to a comprehensive conclusion. The research results conclude the two points at issue as follows: first, there is a significant change in the social life of the Muslim community and the Christian community before and after the conflict; second, the regional resilience of Poso District has improved after the conflict.
Kata Kunci : Konflik,Perubahan sosial,Ketahanan wilayah, Conflict, Social Change, Regional Resilience