Aplikasi pemeriksaan visual secara cepat bangunan (rapid visual screening) di Kota Jayapura untuk mendukung kesiapan pemda sebagai upaya mitigasi terhadap gempabumi
POJA, Henny, Dr. Ir. Imam Satyarno, M.E
2008 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Bencana AlamKota Jayapura masuk dalam daerah berpotensi tinggi terkena bencana gempabumi karena berada pada wilayah 5 Wilayah Gempa Indonesia. Melihat pada gempabumi yang terjadi di Kota Nabire 6 Februari 2004, gempa dengan kekuatan 6,9 SR mengakibatkan kerusakan pada sejumlah gedung, rumah dan dinding mengalami retak, 22 orang meninggal, 600 orang luka-luka dan seluruh Kota Nabire lumpuh. Pemda Kota Jayapura belum siap mengahadapi bencana gempabumi karena belum ada tindakan atau upaya mitigasi yang dilakukan. Pemeriksaan visual secara cepat bangunan sebagai salah satu upaya mitigasi mempunyai peluang besar untuk di terapkan di Kota Jayapura. Penelitian dilakukan di Kota Jayapura dengan menerapkan format Pemeriksaan Visual secara Cepat (The Assesment and Improvement of the Structural Performance of Earthquake Risk Building - New Zealand, 1996). Sesuai dengan tujuannya, maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Bangunan yang di evaluasi adalah 11 bangunan sekolah, 2 rumah sakit pemerintah dan 7 perkantoran pemerintah. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Teknik Sipil semester V Universitas Sains dan Tekhnologi Jayapura. Hasil penelitian ini diketahui bangunan layanan publik yang telah diperiksa di Kota Jayapura adalah 30% berisiko tinggi dan 70% berisiko rendah terkena getaran gempa. Kemudian dari hasil rumusan didapatkan prosedur pemeriksaan visual secara cepat yang sesuai kondisi Kota Jayapura sebagai upaya mitigasi terhadap bencana gempabumi. Melalui pemeriksaan visual secara cepat bangunan yang berisiko tinggi direkomendasikan untuk evaluasi lebih detail, sehingga dapat semaksimal mungkin menghindari jatuhnya korban akibat bahaya bencana gempabumi.
Jayapura City is one of earthquake-prone regions as it lies in Zone V of Indonesia Earthquake Zone. The earthquake measuring 6.9 on the Richter Scale which struck Nabire on February 6, 2004 resulted in damaged houses, buldings , and cracked walls, not to mention 22 people killed and 600 injured, and paralyzed the city. The local government of Jayapura City was not prepared to deal with the disaster due to the absence of mitigation efforts. Rapid visual screening of buildings as a mitigation effort is very likely to be applied in Jayapura City. The research was conducted in Jayapura City using the rapid visual screening form (The Assessment and Improvement of the Structural Performance of Earthquake Risk Building – New Zealand, 1996). In line with the objectives, the research employed qualitative descriptive approach. The buildings evaluated comprised 11 school buildings, 2 state hospitals, and 7 government offices. Fifth semester students of the University of Science and Technology of Jayapura majoring in Civil Engineering were involved in the research. The results of the research showed that in Jayapura City 30% of public service buildings were identified as high-risk buildings while 70% as low- risk buildings. Rapid visual screening as an earthquake mitigation effort corresponding to the condition of Jayapura City has also been formulated. It is recommended that high-risk buildings be assigned to a more detailed rapid visual screening in order to maximally forestall more earthquake casualties.
Kata Kunci : Gempa bumi,Pemeriksaan visual,Upaya mitigasi, Earthquake, Evaluation, Mitigation Efforts