Urban growth management in the City of SUkabumi
SUKANDAR, Rahmat, Forbes Davidson, MA. dan Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPerluasan wilayah administratif Kota Sukabumi dan adanya kecenderungan pemusatan kegiatan-kegiatan non primer di wilayah kota lama telah mengakibatkan adanya ketidakseimbangan pertumbuhan antara wilayah perluasaan dengan wilayah kota lama. Sejak tahun 1999, dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan antar wilayah kota, Pemerintah Kota Sukabumi telah menetapkan beberapa program untuk memacu pertumbuhan wilayah perluasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas dari program pemerintah yang ditujukan untuk memacu pertumbuhan wilayah perluasan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah perluasan, sehingga kesenjangan pertumbuhan kota antara wilayah kota lama dan wilayah perluasan dapat dikurangi. Penelitian ini diawali dengan kajian terhadap kebijakan dan programnya yang dilakukan melalui analisa terhadap proses perencanaan dan instrument dari manajemen pertumbuhan kota. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan pengujian efektivitas dari kebijakan dan program tersebut yang dilakukan melalui pembandingan kondisi sebelum dan sesudah pengimplementasian program. Kondisi yang dianalisa adalah kondisi kependudukan, fisik, ekonomi, penyediaan pelayanan umum, dan pencapaian Indek Pembangunan Manusia (IPM). Selanjutnya hasil dari analisa ini digunakan untuk menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah perluasan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan dan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam rangka memacu pertumbuhan wilayah perluasan telah cukup efektif dalam hal menarik masyarakat untuk bermigrasi dan membangun tempat tinggal, menarik pihak swasta untuk berinvestasi, meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan jumlah penduduk miskin yang diindikasikan dengan penyebaran tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas perumahan yang semakin merata. Namun demikian, berdasarkan analisis persepsi dari masyarakat dan kalangan pebisnis, Pemerintah Kota Sukabumi masih belum menerapkan konsep partisipasi masyarakat secara utuh, dimana pelibatan masyarakat hanya ada dalam tahap penjaringan aspirasinya saja tidak pada setiap tahapan pembangunan. Selain itu, dibutuhkan peraturan yang secara khusus mengatur investasi di wilayah perluasan sebagai langkah progresif untuk memacu pertumbuhan wilayah. Akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menyeimbangkan pertumbuhan antar wilayah di Kota Sukabumi, pemerintah harus menekankan pada peningkatan aksesibilitas dari/menuju daerah perluasan itu sendiri, penyediaan pelayanan umum yang memadai, dan penerapan peraturan secara konsisten dan konsekuen.
The objective of this research is to evaluate the effectiveness of the local government intervention in generating the growth of the extension area. Therefore, the finding of this research are hoped to give a better understanding of the factors that have shares in stimulating the growth of the extension area related to the overcoming the gap of growth between original area and the extension area. The research was started by examining the local government’s policies and programs through analyzing the planning process and the growth management instruments used by local Government. Then, it was continued by evaluating the effectiveness of the local government’s intervention conducted by analyzing the trend and comparing the condition before and after the implementation of the policies and programs. The analyzed conditions were demography condition, physical condition, economic condition, public services provision and the achievement in Human Development Index and poverty reduction. Furthermore, the result of those analyses was the material to explore the factors that has influences in stimulating the growth of the extension area. To ensure validity, reliability and objectivity of data, triangulation technique was used, in which it is used three different method; primary data analysis, secondary data analysis, and establishing working/operational definition of the variables. As the result of this research, policies and programs to generate the growth of the extension area have been effective enough, in terms of attracting people to migrate and to build houses in the extension area, attracting private sector to invest to the extension area, increasing the HDI’s achievement and decreasing the number of poor people indicated by the level of people’s welfare that being more distributed evenly, and also indicated by distribution of the quality of houses that also being distributed more evenly. Nevertheless, according to the perception of the most local community and business, related to planning process, especially in the implementation of participation concept, people should not be considered as a passive object and the beneficiaries of the government policies. People should be considered as the actor / active subjects that also determine the development policies. Therefore, community involvement is not only in the snaring aspiration process, but it should be attached in every level of development planning process. As the conclusion of this research, to balance the growth among areas in the Sukabumi City, government needs to focus on increasing the accessibility of the extension area from every part of the city, providing more adequate public services, implementing regulation measures more consistently and consequently, that is finally will attract private sectors to invest in the extension area.
Kata Kunci : manajemen pertumbuhan, wilayah perluasan kota, and perencanaan pembangunan, growth management, the extension area, and development planning