Laporkan Masalah

Tubuh dalam Persepsi Perempuan Berjilbab di Yogyakarta :: Sebuah Kajian Etnografi Feminis

SUNESTI, Yuyun, Prof.Dr. J.B. Banawiratma

2007 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama

Studi ini mengkaji tentang empat bentuk jilbab perempuan di Yogyakarta. Persoalan dicermati melalui sudut pandang perempuan dengan mengungkap persepsi tentang tubuh mereka sehingga didapati fakta bahwa pilihan akan bentukbentuk jilbab tidak memiliki makna tunggal, namun menyimpan berbagai makna yang khas dari perempuan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana wacana tubuh di kalangan feminis Islam? Bagaimana makna tubuh dalam model-model praktik berjilbab perempuan? Bagaimana fungsi dan konsekusensi-konsekuensi yang selanjutnya dialami dan diterima oleh perempuan dari masing-masing bentuk jilbab dalam ruang publik? Penelitian dengan metode etnografi feminis yang bertujuan untuk (1) mendokumentasikan hidup dan aktifitas perempuan, (2) memahami pengalaman perempuan dari sudut pandang mereka sendiri, dan (3) mengkonseptualisasikan perilaku perempuan sebagai ekspresi dari konteks sosial ini, menjaring data melalui wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan studi literatur untuk mengungkap persepsi empat model perempuan berjilbab dalam memaknai jilbab dalam perbedaaan bentuk. Penelitian ini dilandasi kesadaran saya sebagai perempuan berjilbab yang tergerak untuk memahami landasan pilihan atas model jilbab tertentu perempuan di tengah maraknya praktik jilbab di kalangan Muslimah, dari ungkapan yang keluar dari perempuan sendiri. Perepsi perempuan tentang tubuh mereka banyak dipengaruhi oleh faktorfaktor di luar diri perempuan melalui konsep stereotip tentang tubuh perempuan. Doktrin agama yang kemudian ditransmisikan melalui pandangan ulama konservatif dan pemikir-pemikir feminis, yang kemudian tersampaikan melalui buku-buku ataupun ustadz dan pembicara-pembicara dalam seminar membentuk sebuah kesadaran baru dan kemudian teraplikasikan dalam praktik jilbab dalam kehidupan mereka. Derasnya perkembangan model jilbab yang ditampilkan melalui media massa juga toko-toko busana muslimah juga sedikit banyak menginspirasi beberapa perempuan akan pilihan bentuk jilbabnya. Hasilnya ditemukan adanya empat model jilbab di kalangan perempuan Muslim: Cadar, Jilbaber, Jilbab Tradisi dan Jilbab Gaul. Masing-masing bentuk memiliki kekhasan bentuk juga makna dibalik pemakaian jilbab mereka. Jilbab tidak hanya dipahami sebagai sebuah konversi dari masa lalu yang buruk ke masa depan yang lebih baik sebagaimana hipotesis Brenner, namun pilihan model jilbab juga dipahami sebagai sebuah tradisi, mengikuti tren mode, dan kepantasan penampilan. Perbedaan persepsi kemudian juga melahirkan perbedaan fungsi dan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang harus diterima perempuan, seperti penyembunyian tubuh dalam kekhasan bentuk jilbab, pilihan ruang beraktifitas, perluasan konsep mahram dan pengidentifikasian kelompok perempuan berjilbab. Jilbab apapun bentuknya memang sebuah pilihan perempuan atas tubuhnya. Namun, tidak seharusnya bentuk jilbab membuat perempuan membatasi keberadaan mereka dalam berinteraksi, peluang akses dalam ruang publik, dan mengamini stereotip atas keberadaan mereka dalam kehidupan sosial yang kemudian membuat suara-suara perempuan tak terdengar

The focus of this study is about four types of veil for women in Yogyakarta. The differences of veil types are viewed from the eyes of women through their perceptions of their bodies. Their choices of veil types have no one meaning, but they have various particular meanings from different women. The leading questions are: How is the discourse of the body in the Muslim feminists’ view? How is the body’s meaning in the types of veiled women? How are the consequences that women experience and receive from each type of veil in their public space? This research uses a feminist ethnographic method that has aims to: (1) record women’s lives and activities, (2) understands women’s experience from women’s viewpoint, and (3) conceptualize women’s behaviour as expresses of the social context. The data taken from in-depth interview, observation, and literature study to express four types of veiled women’s perspectives on their meaning of jilbab and the differences in its forms. This research is grounded by my awareness as a veiled women who is encouraged to understand the motivation of women’s veil choices in the glow of jilbab practices amidst Muslimah from themselves. Women’s perceptions about their bodies are affected by many outside factors through the concept of stereotype of women’s bodies. The religious doctrines that are transmitted through the conservative and feminist thinkers, then they are extended through the books or ustadzs (religious teachers) and the speakers in the seminars shape a new awareness and then are applied in their jilbab practices in their life. The development of jilbab models that are presented through the mass media, and in the Muslimah clothes stores inspires women to choose certain models of jilbab. There are four models of jilbab among the Muslim Women: Cadar, Jilbaber, Traditional Jilbab, and Jilbab Gaul (Funky jilbab). Each of them has a unique shape and meaning behind its practices. Jilbab is not only understood as a conversion from a bad past to a better life as Brenner has said, but the choices of jilbab models are also understood as a tradition, following the model trends, and performance appearances. The differences of perception emerged the differences of the consequences that have to be accepted by women, such as the hiding body in the particular jilbab, the choices of activity spaces, the differences of mahram meaning and the identification of each women group. Jilbab, whatever its model, is a choice of women for their body. However, it should not make women limit their social interaction, access of opportunity in public space, or agree to the stereotype of women’s bodies in their social life, and making their voices unheard.

Kata Kunci : Jilbab,Etnografi feminis,Pandangan perempuan, perception, women, the body, public space, feminist


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.