Program rehabilitasi sosial wanita tuna susila melalui bimbingan sosial dan keterampilan wanita tuna susila luar panti :: di Kompleks "Pasar Kembang" Sosrowijayan Kulon Kelurahan Sosromenduran Kecamatan Gedong Tengen Kota Yogyakarta
MUDJIRAHARDJO, Slamet, Drs. S. Djuni Prihatin, M.Si
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Kesejahteraan merupakan dambaan bagi setiap orang baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Namun, kenyataannya tidak setiap orang mampu memperolehnya. Kelompok-kelompok demikian disebut sebagai kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Salah satu bentuk permasalahan kesejahteraan sosial yaitu Wanita Tuna Susila (WTS) dan bila tidak ditangani secara tepat, terarah dan berkesinambungan dapat menimbulkan dampak yang meresahkan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Penanganan Wanita Tuna Susila (WTS) yang ada tidak sebanding dengan jumlah Wanita Tuna Susila (WTS) yang ada. Pola penanganan melalui sistem luar panti mempunyai keuntungan ganda, yaitu bersifat rehabilitatif dan resosialisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum mencapai hasil yang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih beroperasinya para Wanita Tuna Susila (WTS) ex peserta bimbingan di kompleks “Pasar Kembang†Yogyakarta. Hambatan yang dihadapi adalah cukup rasional bahwa tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar manusia tidak dapat ditunda-tunda. Secara kuantitatif berbagai hambatan meneyebabkan belum optimalnya keberhasilan Program Rehabilitasi Sosial Wanita Tuna Susila melalui Bimbingan Sosial Dan Keterampilan Wanita Tuna Susila Luar Panti di Kompleks “Pasar Kembang†Yogyakarta dengan sejumlah anggaran yang tidak sedikit. Kesimpulan, bimbingan dimaksud meliputi bimbingan mental, sosial dan keterampilan serta pemberian stimulan bantuan usaha. Bimbingan juga mencakup bimbingan kesehatan yang mempunyai dampak positif terhadap menyebarnya Penyakit Menular Seksual (PMS). Hasil penelitian memberikan saran bahwa bimbingan sosial dan keterampilan bagi Wanita Tuna Susila Luar Panti masih sangat relevan untuk dilaksanakan dengan meningkatkan kinerja pembinaan.
Welfare is dream for each people either physical or mental welfare. However, in reality, not every people can get it. Such group is called social welfare problem sufferer group. One of the social welfare problems is prostitute and if the problem is not handled well, directed and continuously it can create impact that make community unsafe. This research used descriptive qualitative approach through observation, documentation and interview. Handling of prostitute is less than amount of prostitute. Pattern of handling through outside institution system have double advantages; rehabilitation and resocialization. Result of the research indicated that implementation of the program have not reached optimal outcome. It is indicated with still operating ex-counseling participant prostitute in Pasar Kembang complex in Yogyakarta. Obstruction faced was rational; that is, demand for living need cannot be delayed. Quantitatively, some obstructions caused not optimal success of social rehabilitation program for prostitute through social counseling and skill training outside institution for prostitute in Pasar Kembang complex in Yogyakarta spending many fund. In conclusion, the counseling included mental, social and training counseling and providing stimulant in form of business aid. It also covered health counseling that have positive impact for spreading of sexual transmitted disease. Result of the research give suggestion that social counseling and skill training for prostitute outside institution is still relevant to do by improving its implementation
Kata Kunci : Program Rehabilitasi Sosial,WTS,Bimbingan Sosial dan Keterampilan, welfare, social counseling and skill training and social welfare problem sufferer group