Mental Map Mahasiswa pendatang terhadap Universitas Gadjah Mada :: Studi kasus Dusun Pogung, Kelurahan Sinduadi, Kabupaten Sleman
MISBAH, Fajar, Ir. Haryadi, M.Arch.,Ph.D
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahMental map merupakan cara pengamat memperoleh, mengorganisasi,menyimpan dan mengingat kembali informasi tentang lokasi, jarak dan susunan dalam lingkungan fisik kota. Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu identitas Kota Yogyakarta, Selain itu Keberadaan UGM yang mempunyai julukan sebagai kampus rakyat, yang di tandai dengan terbaginya kampus UGM oleh jalan Kaliurang, Jalan lembah dan Jalan Teknika. Hal tersebut menyebabkan kampus UGM tidak hanya dimanfaatkan untuk fungsi akademik tetapi fungsi –fungsi lainnya seperti komersil, rekreasi, olahraga dan transportasi umum. Dimana fungsi –fungsi tersebut memanfaatkan ruang yang terdapat di dalam kampus UGM. Lokus penelitian adalah kampus UGM. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah Menggambarkan ruang yang dipahami mahasiswa pendatang dan menjelaskan elemen –elemen yang menjadi Image of UGM berdasarkan mental map mahasiswa pendatang Data primer berasal dari wawancara mendalam dengan responden. Data – data tersebut disusun dan di telaah. Analisis yang dilakukan secara kualitatif dengan pengkategorisasian unit –unit informasi dalam tema –tema kemudian dari tema tersebut dapat dibangun sebuah konsep. Dari hasil penelitian disimpulkan beberapa hal berikut : 1. Terdapat 59 komponen ruang yang dapat dikenali responden sebagai image of UGM. Komponen – komponen tersebut menghasilkan struktur ruang UGM yang dipahami berdasarkan jarak pencapaian, fisik yang menonjol, dan aktivitas yang dominan. 2. Karakteristik responden yang beragam mempengaruhi mental map mahasiswa terhadap kampus UGM, sehingga hasil yang didapatkan mempunyai keragaman berdasarkan asal mereka tinggal sebelumnya yang tanpa disadari elemen - elemen alam masih tersimpan dan kompleksitas bangunan yang berpengaruh terhadap penandaan masing – masing pengamat. 3. Sirkulasi yang nyaman, aman dan lancar sangat memudahkan mahasiswa yang ingin melakukan aktivitas di dalam kampus, namun hal tersebut mempunyai kendala dikarenakan lokasi UGM yang di bagi oleh jalan umum. 4. UGM tidak saja berfungsi sebagai ruang belajar mengajar, tetapi juga mempunyai peran sebagai ruang publik. Bukan saja untuk mahasiswa UGM tetapi juga untuk masyarakat Yogyakarta. Untuk memudahkan dalam memahami kampus UGM secara keseluruhan, perlu adanya orientasi yang jelas, deliniasi fisik yang jelas dan mempertahankan bangunan yang mencolok baik dari fisik maupun fungsinya.
Mental map is a method used by observers to obtain, organize, store, and recall information about location, distance, and the arrangement of a town physical environment. Gadjah Mada University campus or UGM is widely known as one of the landmarks of Yogyakarata. In addition, it is also designated as kampus rakyat (university of the public). The fact that the presence of streets, i.e. Kaliurang, Lembah, and Teknika streets, divides UGM into several regions extends its role in the society. Not only does UGM function as the home for academic activities, but it also functions as the center of commercial and recreational activities, sports, as well as public transportation. All these activities exploit the spaces within the campus of UGM. The research taking campus of UGM for its locus of research aims at describing the incomer students’ concept of space and giving explanation about the elements constructing the Image of UGM based on the students’ mental map. The primary data are obtained through an in-depth interview with respondents. The research applies qualitative analysis to categorize the data into theme-based units of information. In turn, the themes are used to establish a concept. he research concludes four important findings. First, There are 59 recognizable spatial components that construct the Image of UGM. All the components form a UGM spatial structure which is understood based on the acquired distance, distinguished physical structures, and dominant activities. Second, Mental map about UGM is determined by the unique characteristics of each respondent coming from various places. The natural elements and the complexity of the buildings also determine each respondent’s identification. Third, Comfortable, safe, and easy circulation enables the students to do their activities around the campus. However, the presence of streets which are accessible for public in UGM may cause problems. Finally, UGM is a multi-functional space which is not only intended for learning activities, but also for public activities. In addition, the campus UGM is not intended only for the students, but for the people of Yogyakarta in general as well. To facilitate in comprehending campus of UGM as a whole, need the existence of clear orientation, clear physical delineation and maintain building which striking either from physical and also its function.
Kata Kunci : Struktur Ruang,Konsep Perilaku Spasial,Mental Map,mental map, component of space, Image of UGM