Laporkan Masalah

Kajian penanganan banjir di SUngai Muke Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur

BAY, Petrus Gridzon, Dr.Ir. Bambang Agus Kironoto

2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Bencana Alam

Sungai Muke dengan luas total DAS ± 423 km2 terletak di pantai selatan Pulau Timor Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS Propinsi NTT. Banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sungai Muke, selain internal akibat alam, juga disebabkan karena perubahan tata guna lahan akibat sistim perladangan yang berpindah- pindah sehingga pasokan sedimen pada alur sungai menjadi tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan debit banjir yang terjadi melebihi kapasitas penampang sungai dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penanganan banjir di sungai Muke dengan menganalisis kapasitas tampang hidrolik penampang basah aliran sungai dengan besaran debit banjir rancangan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun dan 50 tahun. Analisis aliran banjir dilakukan dengan menggunakan bantuan software HEC-RAS 3.1.2. Setelah elevasi muka air banjir pada setiap tampang lintang diketahui, analisis lanjutannya dilakukan penanganan dengan tanggul dan normalisasi alur guna meminimalisir genangan dengan debit banjir rancangan kala ulang 10 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah penambahan tanggul banjir dan normalisasi alur pada penampang sungai yang dianggap kritis yakni, RS 250 hingga RS 285, RS 114 hingga RS 119 dan RS 40 hingga RS 74 maka debit yang dapat dikendalikan oleh palung sungai utama (Q Channel ) menjadi 98.104 % dari sebelum penanganan 94.792% . Sedangkan dari muara sungai RS 0 hingga RS 38 debit yang dapat dikendalikan oleh palung sungai utama (Q Channel ) sebesar 83,397% dari sebelum penanganan 72.178 %. Dengan demikian alternartif terbaik adalah tanggul banjir dan normalisasi alur guna minimalisir genangan banjir di sungai Muke.

Muke River, with the total basin area of ± 423 km2, is situated on the Southern Coast of Timor Island, South Amanuban Sub-district of TTS Regency of NTT Province. The flood occurred almost yearly in Muke River, beside of internal activity of natural impact, is also caused by the change of land use management and nomadic farming system resulting in high sediment supply in the stream channel. The mentioned condition causes the resulted flood discharge overloading the stream profile capacity and inflicts losses on inhabitants. The research is intended to study the flood management on Muke River by analyzing the hydraulic capacity of stream wetted cross section for the amount of discharge design of 2- year, 5- year, 10- year, 25- year and 50-year return periods. Analysis of flood modeling was done by using HEC-RAS software of version 3.1.2. After flood water surface elevation on each cross section was found out, the proceeding analysis is flood controlling using dike and channel normalization to minimize the inundation for 10- year return period flood. After adding the dike and channel normalization on the critically assumed stream cross sections for RS 250 to RS 285, RS 114 to RS 119 and RS 40 to RS 74, the controlled discharge by the main stream channel (Q Channel) was become 98.104 % from previously managed 94.792%. Whereas, from the river’s estuary RS 0 to RS 38, the controlled discharge was 83, 397% from previously managed = 72.178 %. It is concluded the best alternative to minimize the flood inundation in Muke River is by using flood dike and channel normalization.

Kata Kunci : Banjir, HEC-RAS , Alternatif Terbaik, Flood, the best alternative


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.