Laporkan Masalah

Between rationality and fidelity :: A Psychological study of Muslim female fundamentalists in Indonesia

FITRIANA, Dr. Alef Theria Wasim

2007 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama

Tesis yang saya tulis ini berkaitan dengan perempuan muslim yang memutuskan untuk menjadi seorang fundamentalis. Tesis ini akan membahas tentang apa yang melatar belakangi keputusan mereka untuk menjadi fundamentalis, beserta motivasi dan pola pikir mereka sebagai fundamentalis. Fokus utama dari penelitian ini adalah pembahasan tentang lima fundamentalis wanita yang telibat dalam satu organisasi tertentu di Surabaya. Penelitian tentang mereka saya lakukan pada Oktober 2005-September 2006. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengajukan ijin penelitian secara resmi kepada para responden melalui ketua organisasi mereka. Kemudian, baik sebagai pewawancara maupun pengamat, saya juga ikut terlibat dalam beberapa kegiatan rutin mereka. Proses pengumpulan, pemilihan, penganalisaan data dan kemudian menyajikan hasil penelitian, semuanya berkaitan erat dengan posisi saya sebagai perempuan yang juga seorang Muslim yang pernah mengenal seorang fundamentalis. Diluar itu, saya juga memiliki kepedulian yang besar untuk mengungkap arti dari fundamentalis yang sebenarnya, yang semestinya tidak harus selau dikait-kaitkan dengan tindak kekerasan atau yang umum disebut sebagai tindak terorisme seperti yang selama ini umum dipahami oleh banyak orang. Penelitian saya ini menggunakan metode psikobiografikal dengan wawancara mendalam dan juga pengamatan dalam menyajikan hasil penelitian tentang fundamentalis perempuan yang berkaitan dengan bagaimana mereka memutuskan untuk menjadi seorang fundamentalis, baik itu melalui proses berpikir secara rasional atau hanya sekedar menjadi fundamentalis karena itulah yang mereka inginkan tanpa adanya proses pembelajaran terlebih dahulu. Kemudian, meski proses psikologi menjadi landasan utama dari penelitian ini, namun kehadiran faktor-faktor lain seperti ekonomi, sosial dan politik juga tetap dipertimbangkan dengan tetap mengukurnya dari segi analisa psikologi yang berdasarkan pada sejauh mana faktor-faktor tersebut mempengaruhi responden saya. Fundamentalis dan Islam yang sering dikaitkan dengan aksi kekerasan, pada dasarnya, tidak bisa dijadikan sebagai landasan dalam memahami fundamentalis Muslim. Menurut responden saya, menjadi fundamentalis adalah bukti kepedulian mereka terhadap kesengsaraan yang dirasakan oleh Muslim yang lain. Mereka tidak harus mengumandangkan perang melawan Non-Muslim, tapi dengan menjadi seorang fundamentalis, mereka mencoba untuk mengembalikan ajaran Islam yang sesungguhnya dan mengajak orang lain untuk ikut menerapkannya dengan menunjukkan kemuliaan agama ini. Pada akhirnya, melalui analisa tentang fundamentalis dengan sistem meaning dan teori self, deskripsi tentang fundamentalis bisa menjadi lebih jelas. Bahwa ini hanyalah sebuah ideologi yang tidak dimiliki oleh semua orang namun juga tidak harus selalu dihubung-hubungkan dengan tindak kekerasan seperti yang selama ini dipahami oleh masyarakat umum jika mereka mendengar tentang fundamentalis.

The objective of this research is to study about Muslim female fundamentalists along with their life background, motives and their way of thinking which then make them finally decided to be fundamentalists. The primary focus of this study is Muslim women, and I choose five of them who are involved in one particular organization in Surabaya as my respondents. The research was done in October 2005 until September 2006. I come to their organization, and officially ask for their willingness to be my interviewees. After then, I also get involved in their daily activities, both as interviewer as well as observer. The process of collecting, selecting, analyzing data and presenting the results are grounded from my position as female, that also Muslim who have an experience in meeting female fundamentalist. Beyond that, I have great concern to convey the real meaning of fundamentalist that actually is not always have to be connected with radical movement, like what it usually believed by common people. Applying a psychology of religion perspective, this thesis use the psychobiographical method, in-depth interview, and observation to present the Indonesian Muslim female fundamentalists story in finding decision to be fundamentalist whether it is through a process of rationality or fidelity. Then, since this study is constructed from the psychological process as the major standpoint, but the possibility of other factors like economic, social and political factors will be measured by the psychological analysis based on how those factors can affecting my respondents’ life. Fundamentalism and Islam that is often put aside the radical movements, in fact, cannot be the leading point when we want to learn about Muslim fundamentalist. Based on female fundamentalists that I interviewed, the political issue that deals with the national and international conflict that drives these women to think about being fundamentalists, because for them, being a fundamentalist is a proof that they also have a concern about the sorrow felt by other Muslim. Islam is not just about praying and fasting, but it also talks about the concern and kindness that we should give to one another. They do not have to declare war against the Non-Muslim, but by being fundamentalist, they try to bring back the real meaning of Islam, and show others about the noble of this religion. That same intention that makes them gives their time between their eventful in organization, job and study to give a religious teaching or speech to those who cannot afford a formal school. Finally, through the analysis about fundamentalist in meaning system and selfactualization theories, the description of fundamentalist is become clearer. Fundamentalist is actually not much different from other people, they only choose the ideology that not many people have. In relation to my respondents, though they are fundamentalists, but they expressing their idea not in the violent way like what people usually think about fundamentalist.

Kata Kunci : Psikologi Agama,Wanita Muslim,Fundamentalis,psychology of religion, fundamentalist, women, Islam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.