Laporkan Masalah

Penyembuhan Alternatif Jamaah Pengajian Tawakal

UTAMI, Yenni Sri, Prof.Dr. Sunyoto Usman

2006 | Tesis | S2 Sosiologi

Seiring dengan semakin kompleksnya persoalan hidup di masyarakat, kini dimana-mana merebak terjadinya krisis kejiwaan dan krisis sosial. Kenyataan tersebut mudah memicu munculnya apa yang dinamakan penyakit akibat gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik merupakan penyakit yang sebenarnya berasal dari faktor kejiwaan, seperti kegelisahan, ketegangan, terlalu banyak pikiran, dan emosi yang berlebihan. Hal tersebut kemudian memicu munculnya berbagai penyakit fisik (secara biologis), seperti kanker, hipertensi, diabetus millitus, dan sebagainya. Sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Pengajian Tawakal mencoba menawarkan penyembuhan alternatif terhadap penyakit akibat gangguan psikosomatik. Terdapat sisi keunikan dalam Pengajian Tawakal antara agenda dakwah yang dimiliki dengan komunitas didalamnya. Komunitas mayoritas Pengajian Tawakal adalah kelas sosial menengah atas, yang identik dengan masyarakat intelektual kota dan tidak sedikit yang memiliki profesi sebagai dokter yang ahli dibidang pengobatan modern. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendiskripsikan secara rinci tentang tiga hal. Pertama, konsep mereka mengenai sakit dan penyakit, terutama dalam hal penyembuhan penyakit akibat gangguan psikosomatik melalui dzikir yang mereka lakukan. Kedua, kondisi-kondisi yang menyebabkan terjadinya variasi tindakan yang mereka lakukan dalam penyembuhan penyakit akibat gangguan psikosomatik. Ketiga, hubungan sosial yang berlangsung antar anggota jamaah Pengajian Tawakal. Pengkajian terhadap tiga tujuan tersebut dilakukan dengan kerangka teoritik yang meliputi teori tindakan sosial, proses tindakan, dan sosiologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis deskriptif analitis dengan studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara indepth interview terhadap key person, Observasi terlibat (participant observation), serta dokumentasi dan studi literatur. Penelitian ini berhasil mengungkap para jamaah pengajian Tawakal meyakini bahwa dzikir yang mereka lakukan disamping sebagai sarana pendekatan diri kepada Tuhan, juga dapat mengatasi segala problem kehidupan (problem solver), termasuk dalam penyembuhan penyakit fisik akibat gangguan psikosomatik. Mereka memiliki konsep bahwa penyebab penyakit fisik akibat gangguan psikosomatik yang diderita seseorang adalah berasal dari dirinya sendiri. Maksudnya adalah apabila seseorang yang kurang benar dalam menjalankan ajaran agama akan berakibat terhadap terganggunya fungsi keseimbangan antara kondisi jasmani dan rohani. Hal tersebut yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyebab penyakit fisik akibat gangguan psikosomatik. Meskipun demikian, dikalangan jamaah Pengajian Tawakal terdapat variasi tindakan dalam penyembuhan penyakit fisik akibat gangguan psikosomatik yang mereka derita. Hal itu disebabkan oleh adanya perbedaan realitas sosial yang terjadi, yang meliputi pengalaman atau respon terhadap pengobatan medis, intensitas penyembuhan non medis, dan hubungan sosial antar jamaah.

In line with the increasing complexity of life problems in society, social and psychological crisis happening to many people spread over societies everywhere. As the consequence, there occurs what is then called psychosomatic disease recognized as cancer, hypertension, diabetes mellitus, etc among people. Psychosomatic disease is in fact an obviously visual physical disease triggered by psychological factors such as anxiety, high tension, too much thought, and uncontrolled emotion. A group of people claiming themselves as Pengajian Tawakal (Devout Qur’an Assembly) attempt to provide an alternative healing for this psychosomatic disease. There is uniqueness between the proselytizing agenda and the community within this Pengajian Tawakal. The majority of Pengajian Tawakal followers comes from middle-up social stratum, considered as urban intellectuals including those having profession as modern physicians. This research is conducted to understand and describe in details about three things: first, their concept about sick and disease, especially their effort in healing psychosomatic disease through a dzikir (litany) method; second, conditions driving them to conduct various treatments in healing this disease; third, the social relationship among the members of Pengajian Tawakal (Devout Qur’an Assembly). The theoretical framework of the study covers up the theory of social conduct, process of conduct, and sociology communication. Qualitative method using descriptive analytic and case study is applied for this research. Data have been gathered by applying in-depth interview toward key persons, participant observation, documentation, and library study. This research successfully revealed the fact that the assembly members believed that the litany they are doing, besides as a medium for self-giving to God, could be a problem solver for any life problems including for healing a psychosomatic disease. Their concept says that the cause of a psychosomatic disease is from the inner part of the patient. If one wrongly conducts the religion teaching, there will be imbalance between his spiritual condition and physical condition. This will bring a psychosomatic disease. Somehow, concerning the method applied, there are variations in treating the disease. This happens because of there being differences of social realities covering up the experiences and responses toward medical treatment, the intensity of non-medical treatment, and the social relationship among the assembly members.

Kata Kunci : Sosiologi Kesehatan,Penyembuhan Alternatif,Pengajian Tawakal, psychosomatic disease, social conduct


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.