Laporkan Masalah

Konflik dan penyelesaian dalam perjanjian gadai tanah pada masyarakat Adat Bugis di Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng

YULIANA, Andi, Nurhasan Ismail, SH.,M.Si

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan tentang konflik dan penyelesaian dalam perjanjian gadai tanah pada masyarakat adat Bugis di Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Penelitian ini bersifat “empiris-yuridis“, yaitu penelitian lapangan yang diperkuat dengan penelitian kepustakaan. Data yang diperoleh adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara dengan responden dan nara sumber. Sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan-bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penyebab terjadinya konflik dalam perjanjian gadai tanah pada masyarakat adat Bugis di Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng adalah karena bentuk perjanjian gadai pada umumnya dilakukan secara lisan, tidak ada jangka waktu dalam hal penebusan gadai, perjanjian gadai dengan objek gadai yang masih dalam status sengketa serta gadai yamg diwariskan kepada ahli waris. (2) Upaya penyelesaian konflik dikenal dua macam yaitu secara non litigasi yaitu upaya penyelesaian yang dilakukan diluar pengadilan yang terdiri dari negosiasi, mediasi, maupun konsiliasi. Upaya kedua secara litigasi yaitu upaya penyelesaian konflik melalui lembaga pengadilan. Penyelesaian secara litigasi merupakan sarana terakhir yang ditempuh untuk mencari keadilan bagi setiap permasalahan di dalam masyarakat.

The research aims to address issues on conflict and its settlement in Land Pawning Agreement in Bugis adat society in Liliriaja sub-district Soppeng regency. The research is legal empirical. It conducts field research and gets support from library research. Therefore, it uses both primary and secondary data. Primary data are obtained from field research by means of interview with respondents and resource persons. Secondary data are obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials through library research. The research uses a purposive sampling method. The research results show that (1) the causes of conflict in land pawning agreement in Bugis adat society in Liliriaja sub-district Soppeng regency are the nature of the agreement itself which is not written, the agreement does not mention the period to redeem the pawned object, it uses an object in dispute, and it relates to an object that is inherited to a heir; (2) the settlement of the conflict may be pursued in two ways: litigation and non litigation processes. A non-litigation process in done outside the court, which may be through negotiation, mediation, or conciliation. A litigation process, on the other hand, is done in the court. It is the last measure to get justice for any conflict in the society.

Kata Kunci : Konflik dan penyelesaian dalam perjanjian gadai tanah – sistem gadai dalam masyarakat bugis, conflict and settlement in land pawning agreement – pawning system in Bugis society


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.