Laporkan Masalah

Potensi burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) sebagai objek ekowisata pada Taman Nasional Manusela Bagian Utara Kabupaten Maluku Utara Propinsi Maluku

LELLOLTERY, Henderina, Dr.Ir. Djuwantoko, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Kakatua Maluku dan kondisi habitatnya sebagai objek ekowisata, mengetahui potensi pendukung kegiatan wisata serta kondisi masyarakat sekitar. Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan dari bula n September sampai Oktober 2004. Pengamatan burung Kakatua Maluku dilakukan dengan cara sensus dan menggunakan metode line transek sedangkan pengamatan vegetasi sebagai habitat burung menggunakan metode kombinasi jalur dan garis berpetak. Pengamatan dilakukan pada 2 lokasi yaitu lokasi sekitar panggung pengamatan satwa dan sekitar sungai. Sedangkan untuk mengetahui keadaan masyarakat dan wisatawan dilakukan dengan wawancara langsung dilapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa burung Kakatua Maluku yang dijumpai adalah sebanyak 26 ekor dengan estimasi populasi 1.586 ekor dan densitas 24,49 ekor per km2 . Kehadiran burung ini berhubungan dengan kelimpahan vegetasi yang terdiri dari 29 jenis dan 21 famili yang didominasi oleh Canarium sp , Eugenia sp, Ca llopylum soulatri, Horsfieldia glaburalis, Diospyros polyalthioides, Parinaria cerimbosa dan Shorea selanica. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan antara populasi burung (Y) dan kerapatan vegetasi pakan (X1) dan kerapatan vegetasi sarang dan istirahat (X2) dengan nilai korelasi r = 0,79 dan nilai determinasi R2 = 62,9 % yang memberikan pengaruh nyata dengan nilai F hitung 7,632 > 4,256. Kondisi populasi dan habitat yang mendukung sangat menunjang kegiatan ekowisata, karena keaslian sumberdaya satwaliar dan lingkungannya dapat menjadi sarana ekowisata. Kakatua Maluku memiliki daya tarik wisata seperti; nilai keindahan, status endemik, perilaku yang khas. Disamping potensi Kakatua Maluku maka daerah Sawai dan sekitarnya memiliki potensi pendukung seperti wisata alam, sejarah, kehidupan sosial budaya, kondisi masyarakat sekitar, kondisi infra struktur dan fasilitas penunjang, serta kelembagaan dan sumberdaya manusia. Khusus di desa Sawai, partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata masih terbata s sebagai pemandu wisata.

The objective of this research was to know the potency and to describe the habitat of this bird as means of ecotourism, in order to know another supporting tourism potency as well as the state of local community in the surronding. Research was done in one months from September to October 2004. The observation of the Moluccan cackatoo was conducted by taking census using the line transect method. The observation for its vegetation was performed using the quadrat method. The observation of bird was carried out on the bird observation stage and the river vicinity, whereas the direct interview was undertaken on the spot in order to know the state of the people and tourists. The result of observation showed that the estimated number of moluccan cackatoo was 26 and the total number was 1.586 with the density 24,49 individual per km². The existence of this bird has relation with the abundance of vegetation which was composed by with 29 species and 21 family, dominated by Canarium sp, Eugenia sp, Callopylum soulatri, Horsfieldia glaburalis, Diospyros polyalthioides, Parinaria cerimbosa dan Shorea selanica. The result of regretion analysis showed a relation between bird population with vegetation, with correlation value r = 0,79 and determination value R2 = 62,9 % that give real influence with F value 7,632 > 4,256. Population condition and the habitat feature can support ecotourism activity, because natural of wildlife resource and environment can be ecotourism. Moluccan cockatoo is very interesting for tourist because of its beauty, endemic status and behavior. Beside Sawai and around have support potency like nature tourism, history, life of social culture, condition of community, condition of infrastructure and facilitation and institutional and human resources. However participation of local people in tourism activity still limited as tour guide.

Kata Kunci : Taman Nasional,Ekowisata,Burung Kakatua, Population, habitat, Molucan cockatoo and ecotourism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.