Pengaruh jumlah tumbukan dan lama perendaman terhadap karakteristik campuran panas gradasi superpave untuk MVA rendah dengan diameter agregat nominal maksimum 25 mm berdasar uji marshall
FATHURRAHMAN, Lalu, Ir. H. Suprapto Totomihardjo, MSc
2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiKerusakan jalan yang terjadi pada saat ini umumnya disebabkan karena sudah tidak mampu untuk mengimbangi peningkatan jumlah volume lalulintas yang melewati suatu ruas jalan sehingga terjadi deformasi plastis. Untuk itu sejak tahun 1986 - 1997, The Strategic Highway Research Program (SHRP) melakukan penelitian tentang kemampuan dan durabilitas jalan di Amerika. Hasil akhir yang dihasilkan berupa sebuah produk campuran panas yang dikenal dengan Superpave (Superior Performing Asphalt Pavement) yang nantinya diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan batas kadar rongga yang paling baik akibat dari beban lalulintas tinggi dan mengetahui tingkat durabilitas akibat dari penambahan waktu perendaman. Penelitian ini menggunakan agregat dengan diameter nominal maksimum 25 mm dengan jenis aspal AC 60/70 produksi PT. Pertamina Persero dengan pengujian Marshall. Pada penelitian ini difokuskan pada VMA rendah (VMA min VMA rendah 2%) berdasarkan spesifikasi Superpave yaitu 12% dan pembagian kriteria nilai VFWA rendah (60-65%), sedang (65-75%) dan tinggi (75-80%). Pengujian dilakukan dengan melakukan variasi terhadap nilai VMA rendah terhadap VFWA rendah, sedang dan tinggi pada peningkatan jumlah tumbukan dan lama perendaman untuk masing-masing benda uji. Variasi tumbukan dilakukan sebanyak 2x75, 2x100 dan 2x200, sedangkan variasi perendaman yaitu 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Pada hasil nilai VMA dan VFWA awal dengan VMA dan VFWA variasi terdapat selisih nilai yang didapatkan, dimana untuk VMA 12,5% memiliki range yang besar yaitu 17% (tingkat akurasi dan presisi rendah), sedangkan pada target VMA 13,5% dan 14,5% memiliki range yang kecil yaitu masing-masing 2% dan 4% (tingkat akurasi dan presisi tinggi). Hasil penelitan menunjukkan bahwa campuran yang baik didapatkan pada target VMA 12,5% (gradasi A) apabila ditinjau terhadap tumbukan maksimum 2x200 dan waktu rendaman selama 24 jam. kadar rongga yang ada dalam campuran masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan dimana nilai VMA 12,00 %, VFWA 72,72% dan VITM 3,29% dengan indeks kekuatan sisa 99,5% ( 85%), hasil yang diperoleh diatas tercapai pada VFWA rendah (60-65%). Pada pemenuhan spesifikasi Kimpraswil 2000 ditinjau terhadap tumbukan maksimum 2 x 200 untuk masing-masing target gradasi tidak ada yang memenuhi spesifikasi, sedangkan pada spesifikasi Superpave terpenuhi pada target VMA 13,5 % terhadap VFWA sedang (65 – 75 %).
The damage of road recently was caused by increasing of traffic flow that caused plastic flow. During 1986 - 1997, The Strategic Highway Research Program (SHRP) researched about road ability and road durability in United State that produced hot mix product called superpave (Superior Performing Asphalt Pavement). This research was carried out to get the effective void in the mixer of mixture of high traffic and was carried out to know the durability of mixture for longer immersion time. This research used 25 mm nominal maximum sized aggregate, asphalt AC 60/70 that produced by PT. Pertamina Persero and used Marshall test. This research was focused in lower VMA (VMA minimum £ low VMA 2%) and based on 12% superpave specification and VFWA criteria i.e. low (60-65%), medium (65-75%) and high (75-80%) on many variations of number of blow and immersion time. The variations of number of blow are 2x75, 2x100 and 2x200. The variations of immersion time are 24 hours, 48 hours and 72 hours. There was a difference value between the first VMA and VFMA conditions and variety VMA and VFMA condition. The specimen of 12,5% VMA has 17% range with low accuration and low precision. The 13,5% VMA has 2% range and 14,5% VMA has 4% with high accuration and high precision. This research showed that recomended mixture of high traffic would achieve on 12,5% VMA (“A†gradation), the maximum number of blows were 2 x 200 and the immersion time was 24 hours. The void of mix complied the qualifications 12% VMA, 72,72% VFMA and 3,29% VITM with residue strength index 99,5% (³ 85%), this condition would be achieve on low VFMA (60-65%). Based on the Kimpraswil, (2000), mixture of lower VMA for each gradation goals nothing that fulfill specification, while on specification of Superpave fufilled at VMA 13,5 % to medium VFWA ( 65-75%).
Kata Kunci : Konstruksi Jalan,Campuran Panas Agregat Aspal,Superpave,Durabilitas, Plastic Deformation, Durability, Superpave, VMA, VFWA