Laporkan Masalah

Audit budaya Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta

DWINUGRAHENI, Lidwina Suryaningtyas, Prof.Dr. Asip F. Hadipranata, Psi

2004 | Tesis | Magister Manajemen

Audit budaya bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara nilai-nilai yang nyata saat ini (existing) dengan nilai-nilai yang diinginkan (intended) organisasi, sehingga dapat memberi informasi mengenai kesenjangan yang ada di antara keduanya. Selain itu, audit budaya juga bermanfaat sebagai masukan berupa tindakan-tindakan spesifik yang diperlukan untuk mengatasi kesenjangan itu. Penelitian ini dilakukan pada Balai Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta dengan mengidentifikasi dan mengukur nilai-nilai budaya yang berlaku saat ini maupun yang diinginkan. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah 54 item OCP (Organizational Culture Profile). Sedangkan untuk melihat ada tidaknya kesesuaian antara nilai-nilai nyata dan yang diinginkan, digunakan uji Mann-Whitney U, dengan α = 5%. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dua dimensi nilai, yaitu inovasi dan orientasi pada penghargaan, belum terbentuk sesuai dengan keinginan pimpinan BBKKP. Faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah sosialisasi yang minim tentang nilai-nilai budaya yang diinginkan jajaran pimpinan BBKKP, struktur dan perilaku yang birokratik, sistem manajemen dan birokrasi pembiayaan riset yang mengikat, ketidakpuasan karyawan dalam hal kompensasi mengenai jumlah dan pendistribusian insentif, serta penggunaan berbagai bentuk imbalan intrinsik sebagai reward alternatif yang belum maksimal.

The purpose of cultural audit is analyzing compatibility between existing values and intended values of the organization. Furthermore, this research will be able to provide more information about specific action for the leaders, to solve the gap. The research was conducted in Institute of Research and Development for Leather and Allied Industries (IRDLAI), by identifying and measuring the organizational culture, both existing and intended value. The OCP (Organizational Culture Profile), which contains 54 “value statements”, was used to asses organizational values. Meanwhile Mann Whitney U test with α = 5% was used to analyze the compatibility between existing and intended value. The result indicated that two dimension, which are innovation and reward orientation, were not shaped as well as the organization intended to. Some problems prevented the implementation of the intended values in IRDLAI were lack of socialization of leader’s intended values, bureaucratic organization structure, bureaucratic R&D financing management, employee dissatisfaction about the amount of incentive and the way it distributed, and lack of utilization of intrinsic reward and recognitions.

Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Audit Budaya, cultural audit, IRDLAI, OCP, gap analyzes


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.