Laporkan Masalah

Strategi Marketing Politik (Segmentasi, Targeting, Positioning) Pasangan Halim-Joko dalam Pilkada Bantul Tahun 2020

ANGGITA SUBEKTI, Dr. Wawan Mas'udi, S.I.P., M.PA.

2022 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Pemilihan kepala daerah Kabupaten Bantul pada tahun 2020 menjadi fenomena kontestasi politik menarik sebab mantan bupati dan wakil bupati periode 2015-2020 pecah kongsi dan memperebutkan kursi nomor satu di Kabupaten Bantul. Kedua paslon memiliki modal politik yang sama-sama kuat sehingga Pilkada Bantul Tahun 2020 menjadi ruang pertarungan strategi antara pasangan Halim-Joko dengan pasangan bupati petahana Harsono-Totok. Pada akhirnya kontestasi Pilkada Bantul 2020 dimenangkan oleh pasangan Halim-Joko dengan memenangkan suara di 16 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Penelitian ini berfokus dalam melihat strategi pemenangan pasangan Halim-Joko dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Bantul Tahun 2020. Proses strategi pemenangan ditelaan menggunakan kerangka teori strategi marketing politik menyangkut aspek positioning politik, segmentasi politik, targeting politik yang dirujuk melalui tulisan Firmanzah (2007). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui dua kategorisasi, yakni data primer melalui wawancara dengan beberapa tim pemenangan dan perwakilan masyarakat. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui informasi yang berasal dari media online dan jurnal yang berkaitan dengan topik strategi marketing politik dan pilkada. Refleksi penelitian menunjukkan bahwasanya strategi marketing politik yang diterapkan oleh tim pemenangan pasangan Halim-Joko berhasil membawa Halim-Joko menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Bantul. Positioning politik Halim-Joko membentuk figur sebagai sosok ulama yang dekat dengan masyarakat, sosok nasionalis yang menjunjung adat istiadat leluhur, politisi yang dekat dengan masyarakat, serta sebagai pembawa solusi dari permasalahan masyarakat. Positioning politik Halim-Joko tidak bersifat tunggal dan paten, tetapi fleksibel dan dinamis sesuai dengan kondisi masyarakat sebagai target konstituen. Tim pemenangan membagi segmen masyarakat berdasar pada aspek geografis, psikografis, dan perilaku masyarakat sesuai dengan kondisi masyarakat Bantul serta jejaring politik paslon Halim-Joko. Setelah proses segmentasi, dilanjutkan dengan proses targeting politik. Target politik diambil dari segmen-segmen yang telah dibuat oleh tim pemenangan. Kelompok yang menjadi target merupakan sub-kelompok dalam segmen yang memiliki probabilitas tinggi mendukung Halim-Joko serta dapat menjadi multiplier effect untuk mendapatkan dukungan dari kelompok lain di luar target utama di dalam segmen. Berdasar dari segmen yang telah dibuat, kelompok masyarakat yang menjadi target ialah daerah pendukung koalisi Halim-Joko, organisasi masyarakat yang mendukung Halim-Joko, masyarakat pedesaan, serta jamaah Nahdlatul Ulama. Implementasi strategi positioning, segmentasi, dan targeting tetap menggunakan kombinasi strategi lain dengan menggabungkan strategi kampanye yakni push political marketing, pull political marketing dan money politic untuk mendapatkan kepercayaan publik dan dukungan masyarakat.

The election of the regional head of the Bantul Regency in 2020 became an interesting political contestation phenomenon because the former regent and deputy regent for the 2015-2020 period broke up and fought for the number one seat in Bantul Regency. Both candidate pairs have equally solid political capital, so the 2020 Bantul Pilkada becomes a space for a strategic battle between the Halim-Joko pair and the incumbent regent Harsono-Totok. In the end, the 2020 Bantul Pilkada contestation was won by the Halim-Joko pair by winning votes in 16 sub-districts out of 17 sub-districts in Bantul Regency. This research looks at the Halim-Joko pair's winning strategy in the regional head election of Bantul Regency in 2020. The process of winning strategy is studied using a theoretical framework of political marketing strategy concerning aspects of political positioning, political segmentation, and political targeting which is referred to in Firmanzah's writing (2007). The research was conducted using qualitative methods and using a case study approach. Data collection was obtained through two categorizations, namely primary data through interviews with several winning teams and community representatives. Meanwhile, secondary data was obtained through information originating from online media and journals related to the topic of political marketing strategy and elections. Research reflection shows that the political marketing strategy implemented by the winning team for the Halim-Joko pair succeeded in bringing Halim-Joko to become regent and deputy regent of the Bantul Regency. Halim-Joko's political positioning forms a figure as a scholar figure who is close to the community, a nationalist figure who upholds ancestral customs, a politician who is close to the community, as well as a carrier of solutions to community problems. Halim-Joko's political positioning is not singular and patent, but flexible and dynamic according to the conditions of the community as target constituents. The winning team divided the community segments based on geographical, psychographic, and behavioral aspects of the community according to the conditions of the Bantul community and the political network of the Halim-Joko candidate pair. After the segmentation process, it is continued with the political targeting process. Political targets are taken from segments that have been made by the winning team. The target group is a sub-group in the segment that has a high probability of supporting Halim-Joko and can be a multiplier effect to get support from other groups outside the main target in the segment. Based on the segments that have been created, the targeted community groups are areas supporting the Halim-Joko coalition, community organizations that support Halim-Joko, rural communities, and the Nahdlatul Ulama congregation. The implementation of political positioning, political segmentation, and political targeting strategies continues to use a combination of other strategies by combining campaign strategies, namely push political marketing, pull political marketing, and money politics to gain public trust and public support.

Kata Kunci : Strategi Marketing Politik, Segmentasi Politik, Targeting Politik, Positioning Politik, Pilkada.