Laporkan Masalah

National Identity Formation: The Experience of Indonesian Diplomat Children Returning from A Western Country

DWISHINTA SOMANTRI, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi, M.A.

2022 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Identitas nasional telah disebutkan akhir-akhir ini dikarenakan meningkatnya globalisasi yang memungkinkan orang untuk berpindah ke luar negeri dengan mudah. Identitas nasional adalah identitas sosial budaya yang mencerminkan nilai-nilai individu dan pengalaman sosial. Pembentukan identitas nasional terpenuhi ketika individu telah eksplorasi dan mencapai komitmen identitas. Namun, fenomena ini dapat membingungkan anak-anak diplomat karena mereka menghadapi kejutan budaya setelah tinggal di negara lain dengan perbedaan budaya yang ekstrem. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pembentukan identitas nasional melalui pengalaman anak-anak diplomat Indonesia yang kembali dari negara barat. Identitas nasional Barat dan Indonesia dibandingkan untuk membedakan komitmen identitas nasional yang dialami partisipan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif fenomenologis dan wawancara semi terstruktur yang melibatkan 4 partisipan dengan kriteria terbatas. Studi menunjukkan bahwa peserta mengalami lima tahap pembentukan identitas nasional yang didukung oleh temuan Marcia dan Phinney. Tahapan tersebut dipengaruhi oleh tiga elemen penting dalam pembentukan identitas nasional yang dikemukakan oleh Rustine. Komponen personal dan sosial berperan penting terhadap pembentukan identitas. Studi ini menemukan bahwa semua peserta telah mencapai komitmen identitas nasional mereka, melekat kuat pada identitas nasional barat dikarenakan pengalaman negatif dan nilai-nilai yang diyakini bertentangan dengan identitas nasional Indonesia.

National identity has been mentioned lately due to the high level of globalization, allowing people to move abroad with ease. National identity is a socio-cultural identity reflecting individual values and social experiences. The formation of national identity is successfully fulfilled when the individual has overcome the identity exploration and achieved the identity commitment. Yet, this phenomenon can confuse diplomats' children as they face reverse culture shock after living in another country with extreme cultural differences. Therefore, this study investigates the national identity formation through the experience of Indonesian diplomat children returning from a western country. Western and Indonesian national identities are mainly compared to distinguish participants' national identity commitment. This research was conducted through a qualitative phenomenological approach and semi-structured interviews involving 4 participants with specific criteria. The study showed that participants experienced five stages of national identity formation, supported by Marcia and Phinney's findings. These stages were influenced by the three crucial elements of national identity proposed by Rustine. Personal and social components played an essential role in identity formation. This study found that all participants have achieved their current national identity commitment, firmly attached to the western national identity due to negative experiences and conflicted values with Indonesian national identity.

Kata Kunci : identity formation experience, Indonesian diplomat's children, national identity

  1. S1-2022-425547-abstract.pdf  
  2. S1-2022-425547-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-425547-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-425547-title.pdf