Laporkan Masalah

POPULASI KUTU KEBUL (Bemisia tabaci Genn.) DAN KEJADIAN PENYAKIT KERITING KUNING PADA TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

RIHHADATUL 'AISY A I, Dr. Tri Harjaka, SP, MP

2022 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

Penyakit keriting kuning merupakan salah satu penyakit yang menjadi kendala dalam produksi cabai di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Begomovirus. Bemisia tabaci menjadi vektor utama dalam penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi Bemisia tabaci dan kejadian penyakit keriting kuning pada tanaman cabai merah keriting di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan tanaman sampel menggunakan pola diagonal random sampling, mengamati dan menghitung populasi Bemisia tabaci pada 12 perangkap kuning. Untuk penyakit keriting kuning penelitian dilakukan dengan menentukan dan menghitung gejala untuk mengetahui kejadian penyakit dan pada hasil panen dilakukan dengan menghitung jumlah bunga, buah dan bobot buah cabai. Hasil penelitian diketahui populasi hama kutu kebul tertinggi terjadi pada umur 5 mst dengan rataan populasi 69,08 ekor/perangkap diikuti dengan kejadian penyakit sebesar 58,3%, Kehilangan hasil sebesar 55% dan presentase kehilangan hasil terkecil sebesar 23%. Keberadaan populasi Bemisia tabaci yang meningkat cenderung meningkatkan kejadian penyakit keriting kuning pada tanaman cabai merah keriting di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur.

Yellow curl disease is one of the diseases that is an obstacle in chili production in Indonesia. This disease is caused by Begomovirus infection. Bemisia tabaci is the main vector in the spread of this disease. This study aims to determine the population of Bemisia tabaci and the incidence of yellow curly disease in red curly chili plants in Margototo Village, East Lampung Regency. This research was conducted by determining the sample plants using a diagonal random sampling pattern, observing and counting the population of Bemisia tabaci in 12 yellow traps. For yellow curly disease, the research was carried out by determining and calculating symptoms to determine the incidence of the disease and the yield was carried out by calculating the number of flowers, fruit and fruit weight of chili. The results showed that the highest whitefly pest population occurred at the age of 5 mst with a population average of 69.08 tails/trap followed by disease incidence of 58.3%, yield loss of 55% and the lowest percentage of yield loss of 23%. The existence of an increasing population of Bemisia tabaci tends to increase the incidence of yellow curly disease in curly red chili plants in Margototo Village, Metro Kibang District, East Lampung Regency.

Kata Kunci : cabai merah keriting, penyakit keriting kuning, Bemisia tabaci

  1. S1-2022-424434-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424434-Abstrak dan abstract.pdf  
  3. S1-2022-424434-bibliography.pdf  
  4. S1-2022-424434-tableofcontent.pdf  
  5. S1-2022-424434-title.pdf