Laporkan Masalah

Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman

NURUL KHASANAH, Faiz Zamzami, SE., M. Acc., QIA., CMA.,CAPF., CAPM.

2022 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman selama periode tahun 2020 - 2021. Dan mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengelolaan sumber dayanya selama tahun 2020 - 2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan publikasi Pemerintah Kabupaten Sleman 2020 - 2021 yang dikumpulkan dengan studi pustaka. Data diolah dengan analisis laporan keuangan menggunakan alat rasio keuangan yg terdiri dari rasio kemandirian, rasio efisiensi, rasio efektivitas, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, dan kemampuan membayar kembali pinjaman. Dengan kesimpulan sebagai berikut: Kinerja kemandirian keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman mengalami penurunan selama periode tahun 2020 - 2021 menjadi 40,83%. Penurunan ini merupakan dampak dari adanya covid yang melanda di Indonesia; Kinerja efektivitas Pemerintah Kabupaten Sleman mengalami penurunan menjadi 104,28%. Kemungkinan ini terjadi karena kegiatan ekonomi belum bisa berjalan secara normal seperti pada periode sebelum covid; Kinerja keserasian antara proporsi belanja operasi terhadap total APBD tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 36,64%. Hal ini termasuk kategori serasi dicerminkan dari proporsi belanja operasi yang lebih kecil dari 50% (di beberapa pemerintah kabupaten lain proporsi lebih dari 50%). Sedangkan kinerja keserasian proporsi rasio belanja modal terhadap pendapatan pada tahun 2020 sebesar 31,02% dan menurun menjadi 28,77% pada periode 2021; Kinerja efisiensi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman pada tahun 2020 sebesar 6,43% dan naik menjadi 7,05% pada tahun 2021. Kenaikan efisiensi pada periode 2020 - 2021 antara lain disebabkan mulai bangkitnya kegiatan ekonomi dari dampak covid, sehingga penerimaan daerah dari pajak dan retribusi naik; Kinerja pertumbuhan PAD Pemerintah Kabupaten Sleman mengalami pertumbuhan PAD sebesar 20% meskipun kegiatan ekonomi masyarakat Kabupaten Sleman terdampak covid; Kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman untuk kemampuan bayar kembali peminjaman Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2020 sebesar 1,61 dan tahun 2021 menurun menjadi 1,21. Mengacu peraturan pemerintah No.54 tahun 2005 tentang pinjaman daerah yg mensyaratkan pemerintah daerah boleh melakukan pinjaman jika DSCR nya >= 2,5 sehingga pada periode 2020 - 2021 Pemerintah Kabupaten Sleman secara regulasi tidak diijinkan melakukan pinjaman.

This study aims to measure the performance of the Sleman Regency Government during the period 2020 - 2021. And measure the level of efficiency and effectiveness of the Sleman Regency Government in managing its resources during 2020 - 2021. This study uses secondary data in the form of financial reports published by the Sleman Regency Government 2020 - 2021. collected by literature study. The data is processed by analysis of financial statements using financial ratios consisting of independence ratios, efficiency ratios, effectiveness ratios, compatibility ratios, growth ratios, and the ability to repay loans. With the following conclusions: The performance of the Sleman Regency Government's financial independence has decreased during the period 2020 - 2021 to 40.83%. This decline is the impact of the COVID-19 that hit Indonesia; The effectiveness of the Sleman Regency Government has decreased to 104.28%. This possibility occurs because economic activities have not been able to run normally as in the pre-covid period; The compatibility performance between the proportion of operating expenditures to the total APBD in 2021 has decreased to 36.64%. This is included in the harmonious category as reflected in the proportion of operating expenditure which is less than 50% (in some other district governments the proportion is more than 50%). Meanwhile, the performance of the proportion of capital expenditure to income ratio in 2020 was 31.02% and decreased to 28.77% in the 2021 period; The efficiency performance of the Sleman Regency Government in 2020 was 6.43% and increased to 7.05% in 2021. The increase in efficiency in the 2020 - 2021 period was partly due to the start of economic activity due to the impact of covid, so that regional revenues from taxes and levies go on; The PAD growth performance of the Sleman Regency Government experienced a PAD growth of 20% even though the economic activities of the Sleman Regency community were affected by COVID; The performance of the Sleman Regency Government for the ability to repay loans from the Sleman Regency Government in 2020 was 1.61 and in 2021 it decreased to 1.21. Referring to government regulation No. 54 of 2005 concerning regional loans which requires local governments to make loans if the DSCR is >= 2.5 so that in the 2020-2021 period, the Sleman Regency Government is not legally permitted to make loans.

Kata Kunci : kinerja keuangan, rasio keuangan, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, rasio DSCR

  1. D3-2022-416118-abstract.pdf  
  2. D3-2022-416118-bibliography.pdf  
  3. D3-2022-416118-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2022-416118-title.pdf