Laporkan Masalah

OPTIMISASI PERENCANAAN PENGEMBANGAN PEMBANGKIT SISTEM TANAH MERAH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN DAN BATASAN EMISI CO2

AMRISAL KAMAL FAJRI, Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. ; Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.

2022 | Tesis | MAGISTER TEKNIK ELEKTRO

Kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun harus diimbangi dengan peningkatan pasokan tenaga listrik, termasuk penambahan kapasitas pembangkit. Dalam merencanakan penambahan kapasitas pembangkit, perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga pengembangan pembangkit dapat dilakukan secara optimal dengan biaya pembangkitan energi yang minimal dan tetap memenuhi kekangan yang telah ditentukan. Dalam tesis ini, optimasi perencanaan pengembangan pembangkit listrik sistem Tanah Merah pada tahun optimasi 2025 hingga 2030 dilakukan dengan menghitung besaran BPP pembangkitan. Nilai BPP pembangkitan ditentukan dengan membagi Net Present Value (NPV) dari total biaya pembangkitan tenaga listrik yang meliputi biaya investasi, biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bahan bakar, serta nilai sisa dengan jumlah energi yang terjual. Optimasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HOMER. Pada tesis ini dipilih dua skenario optimasi yaitu skenario business as usual (BaU), dan skenario Nationally Determined Contributions (NDC) untuk pembatasan emisi. Skenario NDC digunakan untuk membandingkan pengaruh pembatasan emisi pada sistem terhadap besarnya BPP pembangkitan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa BPP pembangkitan untuk skenario BaU lebih murah jika dibandingkan skenario NDC yaitu sebesar Rp2.559,30/kWh. Hal ini dikarenakan pada skenario NDC terdapat batasan emisi CO2 yang menyebabkan BPP pembangkitan menjadi semakin mahal yaitu sebesar Rp3.104,64/kWh.

The electricity demand that continues to increase from year to year must be balanced with the increase in the electricity supply, including the addition of generating capacity. In planning the addition of generating capacity, it is necessary to plan so that the development of the power plant can be carried out optimally with minimum energy generation costs and still meet the constraints that have been determined. In this thesis, the optimization of generation expansion planning for Tanah Merah from 2025 to 2030 is done by calculating the Levelized cost of electricity in the system. The Levelized Cost of electricity is determined by dividing the Present Net Value (NPV) of the total cost of generating electricity which includes investment costs, operating and maintenance costs, fuel costs, and salvage value, by the amount of energy sold. The optimization is carried out using HOMER software with a Mixed-Integer Linear Programming (MILP) optimization method. This thesis selected two optimization scenarios, the business as usual (BaU) scenario and the Nationally Determined Contributions (NDC) scenario, to limit emissions. The NDC scenario compares the effect of the emission limitation on the amount of cost of electricity. The results show that the Levelized cost of electricity (LCOE) of the BaU scenario is cheaper than the NDC scenario, which is Rp2.559,30/kWh. In the NDC scenario, the limitation of CO2 emissions causes the Levelized cost of electricity (LCOE) to become more expensive, which is Rp3.104,64/kWh.

Kata Kunci : perencanaan pengembangan pembangkit, BPP pembangkitan, energi baru dan terbarukan, emisi CO2, HOMER