Laporkan Masalah

Sejarah Sosial Ekonomi Ojek Disabilitas 'Difa Bike' di Yogyakarta, 2015-2020

INDRA RADIAN FATHAN, Dr. Agus Suwignyo, M.A.

2022 | Skripsi | S1 SEJARAH

Difa Bike merupakan sebuah layanan moda transportasi ojek sepeda motor yang didesain khusus untuk penyandang disabilitas. Layanan ini didirikan oleh Triyono, seorang pengusaha yang juga merupakan penyandang disabilitas, di Yogyakarta pada 3 Desember 2015, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. Keberadaan Difa Bike memberikan alternatif baru bagi penyandang disabilitas dalam moda transportasi umum sekaligus membuka harapan baru untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan rendahnya tingkat pendidikan berupa lapangan kerja yang layak, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan aspek sosial ekonomi mereka. Penelitian ini membahas tentang sejarah perkembangan moda transpotasi ojek disabilitas Difa Bike di Yogyakarta; serta dampak sosial ekonomi yang dirasakan oleh para pengemudi atau driver, pelanggan, dan juga perusahaan itu sendiri. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai pada tahun 2015 merupakan tahun dimulainya operasional layanan ojek disabilitas Difa Bike di Yogyakarta, dan berakhir di tahun 2020 di mana terjadi pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap sektor transportasi yang dijalani perusahaan ini. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Difa Bike memberikan dampak sosial ekonomi selama periode tersebut. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan sumber-sumber primer yang diperoleh dari kegiatan wawancara dengan narasumber terkait dan observasi lapangan dengan memesan dan menggunakan layanan ini secara langsung. Selain itu, penulis juga memakai sumber-sumber sekunder yang didapat dari buku, jurnal ilmiah, dan internet yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Difa Bike mulai beroperasi pada akhir tahun 2015 untuk menjawab minimnya moda transportasi umum yang ramah bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, sejak awal Difa Bike melibatkan para penyandang disabilitas ringan sebagai mitra pengemudi atau driver layanan ojek tersebut. Kemudian, nama Difa Bike mulai dikenal luas oleh masyarakat dan mengembangkan layanan-layanan baru di luar ojek. Sebagai mitra, mereka mendapatkan penghasilan mencukupi dan merasa lebih percaya diri bertemu dengan orang lain, sedangkan pelanggan merasa terbantu dengan keberadaan Difa Bike dalam mobilitas hariannya.

Difa Bike is a motorcycle taxi transportation service or ojek that is specially designed for people with disabilities. This service was established by Triyono, an entrepreneur who is also a person with a disability, in Yogyakarta on December 3, 2015; coinciding with the International Day of Persons with Disabilities. The existence of the Difa Bike provides a new alternative for people with disabilities in public transportation modes as well as opens new hope for those who have physical limitations and low levels of education in the form of decent work so that it is expected to have an impact on improving their socio-economic aspects. This study discusses the history of the development of the Difa Bike motorcycle taxi transportation mode in Yogyakarta; and the socio-economic impact felt by drivers, customers, and also the company itself. The period used in this study began in 2015 which was the year the operation of the Difa Bike motorcycle taxi service in Yogyakarta and ended in 2020 when the Covid-19 pandemic occurred which had a significant impact on the transportation sector of this company. The focus of the problem in this research is how Difa Bike provides a socio-economic impact during this period. In conducting this study, the authors used primary sources obtained from interviews with related resource persons and field observations by ordering and using this service directly. In addition, the author also uses secondary sources obtained from books, scientific journals, and the internet related to the research topic. The results showed that Difa Bike started operating at the end of 2015 to answer the lack of friendly public transportation modes for people with disabilities in Yogyakarta. Since the beginning, Difa Bike has involved people with mild disabilities as driver-partners for the ojek service. Then, the name Difa Bike became widely known by the public and developed new services outside of motorcycle taxis. As partners, they earn sufficient income and feel more confident meeting other people, while customers feel helped by the presence of Difa Bike in their daily mobility.

Kata Kunci : Difa Bike, transportasi, penyandang disabilitas

  1. S1-2022-424895-abstract.pdf  
  2. S1-2022-424895-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-424895-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-424895-title.pdf