Laporkan Masalah

ANALISIS UPAYA PEMBERDAYAAN UMKM OLEH RUMAH BUMN PLN GUNUNGKIDUL

NIDA KUS INAYATURROHMAH, Dr. Subando Agus Margono, M.Si.

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Dalam rangka mewujudkan keberdayaan UMKM di Gunungkidul, PT. PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta menunjuk Yayasan Caraka Nararya Indonesia untuk mengelola Rumah BUMN PLN Gunungkidul sebagai wadah bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan menjadikan UMKM lebih berkembang dan mandiri. Pemberdayaan UMKM dilakukan dengan mendampingi dan membina para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran, dan kemudahan akses permodalan. Meski telah memiliki lebih dari 1.000 anggota dan berbagai program telah dijalankan, perkembangan UMKM anggota dari segi kapasitas dan kapabilitasnya terbilang lamban. Upaya pemberdayaan terkesan berat sebelah dan timpang antara usaha dengan hasil. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah BUMN PLN Gunungkidul dalam mewujudkan kemandirian dan keberdayaan UMKM, penyebab ketidakberhasilan program pemberdayaan, dan faktor-faktor penghambat selama pelaksanaan program pemberdayaan UMKM anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan UMKM oleh Rumah BUMN Gunungkidul tidak berhasil. Ketidakberhasilan tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu tidak adanya proses dialog dengan para pelaku UMKM anggota pada tahap perencanaan hingga evaluasi program, sehingga pengelola kurang memahami kebutuhan anggota yang berdampak pada program-program yang dirancang menjadi tidak tepat sasaran; dan faktor eksternal yaitu orientasi anggota yang masih berkutat pada urusan domestik rumah tangga sehingga belum memiliki kesadaran dan keinginan untuk mengembangkan bisnisnya.

To actualized the empowerment of MSMEs in Gunungkidul, PT. PLN Main Distribution Unit of Central Java-Special Region of Yogyakarta appointed Caraka Nararya Indonesia Foundation to manage Rumah BUMN PLN Gunungkidul as a forum for MSMEs to improve their competitiveness, become more developed, and independent. MSMEs empowerment was conducted by assisting and fostering MSMEs owners to raise their capacities and capabilities in developing competencies, enhancing marketing access, and improving capital access. Although its number of members has reached more than 1.000 members and various programs had carried out, the progress is still slow. The empowerment force seems one-sided and unequal between the efforts and the results. This research aimed to know the efforts done by Rumah BUMN Gunungkidul to actualize the independence and the empowerment of MSMEs, the causes of the failed empowerment programs, and the inhibiting factors during the implementation of the programs. The result shows that the empowerment efforts done by Rumah BUMN PLN Gunungkidul failed. It is caused by internal and external factors. The internal factor is not involving a dialogue process with the members from planning to evaluation, so the managers did not fully understand the members needs which eventually affected the designed programs to be wrong targeted. The external factor is the members orientation who are still struggling in domestic affairs, so they do not have the awareness and desire to develop their business.

Kata Kunci : Pemberdayaan UMKM, Rumah BUMN PLN Gunungkidul, Kegagalan Pemberdayaan UMKM, MSMEs empowerment, Rumah BUMN PLN Gunungkidul, MSMEs empowerment failure

  1. S1-2022-364846-abstract.pdf  
  2. S1-2022-364846-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-364846-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-364846-title.pdf