Laporkan Masalah

Collaborative Governance dalam Pengembangan Masyarakat Melalui Program Corporate Social Responsibility (Studi Kasus Deswitadaya Gamol di Kabupaten Sleman)

RIFKA NUR ANNISA, Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P., M.Si.

2022 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi tuntutan bagi perusahaan untuk turut berperan dalam tata kelola publik untuk tujuan pembangunan bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu indikator keberlanjutan program CSR yaitu melakukan pengembangan masyarakat (community development). Keterlibatan sektor swasta dalam tata kelola publik menjadikan adanya tata kelola kolaboratif antara perusahaan dengan penerima manfaat program CSR, dan pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses kolaborasi yang berlangsung dalam pengembangan masyarakat di Deswitadaya Gamol melalui inisiatif CSR PT Pertamina TBBM Rewulu. Kemudian akan diidentifikasi peran pemangku kepentingan, dan faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberlanjutan proses kolaborasi. Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2007) yang melihat proses kolaborasi berdasarkan dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil antara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance melibatkan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, serta terdapat pihak mitra perusahaan yang turut membantu pelaksanaan CSR di Deswitadaya Gamol. Tujuan adanya kolaborasi yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Gamol. Proses kolaborasi berjalan dengan baik dan menunjukkan adanya hubungan yang saling melengkapi dan mendukung satu sama lain, ada komitmen dan kerjasama yang baik, meskipun masih kurang adanya inklusivitas antar aktor yang terlibat. Hubungan antara perusahaan dan masyarakat lebih dominan dibandingkan dengan pemerintah. Peran pemerintah ditunjukkan dalam bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, perusahaan sebagai leading sector yang berperan dalam perencanaan hingga monitoring dan evaluasi program serta memfasilitasi proses kolaborasi, sementara masyarakat berperan sebagai peneriman manfaat CSR dan partisipan kegiatan. Terdapat faktor pendukung yang memengaruhi keberhasilan kolaborasi ini yaitu partisipasi aktif masyarakat, keterbukaan antar aktor, adanya insentif, dan kepemimpinan fasilitatif. Sementara itu, faktor yang menjadi hambatan atau tantangan dalam kolaborasi yaitu pola pikir masyarakat yang tradisional, keterbatasan SDM, adanya pandemi Covid-19, dan tidak ada aturan dasar.

Corporate Social Responsibility (CSR) is a demand for companies to play a role in public governance for development purposes for the community and the environment. One indicator of the sustainability of the CSR program is community development. The involvement of the private sector in public governance creates collaborative governance between companies and beneficiaries of CSR programs, and local governments. This study aims to analyze how the collaborative process takes place in community development in Deswitadaya Gamol through the CSR initiative of PT Pertamina TBBM Rewulu. Then the role of stakeholders will be identified, and the driving and inhibiting factors that affect the sustainability of the collaboration process. The discussion in this study uses the concept proposed by Ansell and Gash (2007) which looks at the collaboration process based on face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, mutual understanding, and intermediate outcome. The type of research used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques were carried out by interview, observation, and document study. The results showed that the collaborative governance involved the community, companies, and the government, and there were company partners who helped implement CSR in Deswitadaya Gamol. The purpose of the collaboration is to improve the welfare and independence of the community in Gamol. The collaboration process is going well and shows that there is a relationship that complements and supports each other, there is good commitment and cooperation, although there is still a lack of inclusiveness between the actors involved. The relationship between the company and the community is more dominant than the government. The government's role is shown in the form of support for program implementation, companies as the leading sector that play a role in planning to monitoring and evaluating programs as well as facilitating the collaboration process, while the community plays a role as recipients of CSR benefits and activity participants. There are supporting factors that influence the success of this collaboration, namely active community participation, openness between actors, incentives, and facilitative leadership. Meanwhile, the factors that become obstacles or challenges in collaboration are the traditional mindset of the people, limited human resources, the Covid-19 pandemic, and no basic rules.

Kata Kunci : Corporate Social Responsibility, Collaborative Governance, Pengembangan Masyarakat

  1. S1-2022-428222-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428222-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428222-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428222-title.pdf